Warga Dua Desa Lumpuhkan Akses Jalan Utama di Morotai, Protes Adanya Pengalihan Proyek

Salah seorang warga Desa Sabatai, Iman, mengatakan aksi pemalangan dilakukan secara spontan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan Dinas PUPR yang mengalihkan proyek peningkatan jalan hotmix ke Desa Pandanga.

“Masyarakat kecewa karena jalan lorong Desa Sabatai dan Sabala yang mau diaspal itu kok dialihkan ke Desa Pandanga. Jadi masyarakat kecewa dan buat aksi. Tuntutan ini sampai Pemda turun baru bisa buka akses jalan,” ungkap Iman.

Sementara itu, salah satu orator aksi, Isra Safar, menegaskan bahwa pemblokiran jalan bukan dilakukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah daerah.

“Ini bukan soal kurang ajar atau apa. Namun ini bagian dari kekecewaan kami terhadap pemerintah daerah karena selama ini jalan hotmix khusus di area lorong tidak pernah diaspal,” ujar Isra.

Meski melakukan aksi pemblokiran, Isra menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan para pengguna jalan yang terdampak, khususnya pengendara dari wilayah Morotai Utara dan Morotai Timur menuju Morotai Selatan maupun sebaliknya.

Ia berharap pemerintah daerah, terutama Bupati dan Wakil Bupati Pulau Morotai, dapat mendengar sekaligus merealisasikan tuntutan masyarakat.

“Kami berharap aspirasi ini dapat didengar dan direalisasikan oleh pemerintah daerah, terutama Bupati dan Wakil Bupati,” harapnya.

Dalam aksi tersebut, warga juga menyoroti peran dua anggota DPRD Pulau Morotai dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, yakni Wakil Ketua I DPRD Jainudin Papala dan anggota DPRD Johor Boleu. Keduanya dinilai belum maksimal dalam mengawal aspirasi masyarakat terkait pembangunan jalan hotmix di wilayah tersebut.

Warga menegaskan akan terus melakukan pemboikotan jalan apabila tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti pemerintah daerah.

Sementara itu, aparat TNI dan Polri telah diterjunkan ke lokasi untuk mengantisipasi perkembangan situasi sekaligus melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Hingga pukul 15.10 WIT, pemblokiran jalan masih berlangsung. Warga bersikeras meminta Dinas PUPR Pulau Morotai mengerahkan alat berat ke lokasi sebelum akses jalan dibuka kembali.

Pihak Kepolisian Resor (Polres) Pulau Morotai juga masih melakukan negosiasi dengan warga guna mencari solusi dan memulihkan arus lalu lintas.

Hingga berita ini diturunkan, aksi pemalangan masih berdampak terhadap mobilitas masyarakat, aktivitas pendidikan, serta konektivitas antarwilayah di Kabupaten Pulau Morotai.(iki/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *