MALUTTIMES – Pelaksanaan Morotai Festival 2026 membawa berkah ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.
Sebanyak 112 stan UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut merasakan dampak positif dari meningkatnya jumlah pengunjung selama festival berlangsung.
Sejumlah pedagang mengaku memperoleh pendapatan lebih besar dibandingkan hari-hari biasa. Mereka pun berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai dapat menyelenggarakan festival serupa dua hingga tiga kali dalam setahun agar semakin banyak peluang usaha terbuka bagi pedagang kecil.
Salah satu pedagang, Bunda Makassar, mengaku penjualan ayam geprek, ayam lalapan porsi kecil, dan minuman dingin miliknya meningkat selama festival berlangsung.
Ia mengatakan, sebelum berjualan di lokasi festival, dirinya telah menjalankan usaha rumah makan di sekitar Tugu Pancasila, Desa Darame. Namun, pendapatan dari usaha tersebut tidak selalu mencapai target karena jumlah pelanggan bergantung pada kunjungan pembeli.
“Kalau berjualan di rumah makan, belum tentu pendapatan mencapai Rp700 ribu sehari. Tetapi ketika ada kegiatan festival dan kegiatan Pramuka seperti ini, saya bisa mendapatkan pendapatan hingga Rp700 ribu sehari karena banyak orang yang datang dan membeli,” katanya, Rabu (28/10/2026) malam.
Menurutnya, kegiatan festival memberikan peluang besar bagi pedagang untuk meningkatkan penjualan. Karena itu, pelaku UMKM perlu jeli melihat peluang dan memanfaatkan keramaian pengunjung untuk meningkatkan pendapatan.
Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya menyelenggarakan festival satu kali dalam setahun, tetapi dapat menggelar kegiatan serupa dua hingga tiga kali agar pedagang UMKM memiliki lebih banyak kesempatan untuk meningkatkan pendapatan.
Hal serupa disampaikan Caca, seorang barista yang menjual kopi dengan berbagai varian rasa di lokasi festival. Ia mengaku penjualan kopinya cukup tinggi selama kegiatan berlangsung.
Kopi yang dijualnya seharga Rp30 ribu per gelas itu berhasil terjual sebanyak 30 gelas pada malam pertama, 51 gelas pada malam kedua, dan 20 gelas pada malam ketiga.
Dengan demikian, total penjualan mencapai 101 gelas dengan omzet sebesar Rp3,03 juta.
Ia berharap kegiatan seperti Morotai Festival dapat terus dilaksanakan karena memberikan peluang kerja sekaligus tambahan penghasilan bagi masyarakat, termasuk dirinya yang bekerja sebagai barista di kedai kopi.
“Saya berharap kegiatan festival seperti ini terus dilaksanakan karena memberikan peluang bagi kami untuk bekerja, berjualan, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Nani, pedagang es jeruk peras, juga mengaku bersyukur karena Morotai Festival memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM kecil untuk berjualan dan memperoleh penghasilan tambahan.
Ia berharap pemerintah daerah dapat menyelenggarakan festival serupa hingga tiga kali dalam setahun. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi peluang bagi pedagang kecil untuk meningkatkan pendapatan melalui meningkatnya jumlah pengunjung yang datang untuk berbelanja.
Meningkatnya penjualan para pedagang tersebut menunjukkan bahwa Morotai Festival tidak hanya menjadi sarana promosi pariwisata dan budaya daerah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kabupaten Pulau Morotai.
Dengan adanya kegiatan serupa secara berkelanjutan, diharapkan peluang usaha masyarakat semakin terbuka dan perputaran ekonomi lokal terus meningkat.(iki/red)














