MALUTTIMES – Pelaksanaan Morotai Festival 2026 dan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) memberikan dampak positif terhadap perekonomian pelaku usaha penginapan dan kuliner di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.
Sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami peningkatan pendapatan seiring bertambahnya jumlah pengunjung yang datang untuk mengikuti maupun menyaksikan berbagai kegiatan tersebut.
Soip, pemilik Penginapan Sintayu yang berlokasi di Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, mengatakan pendapatannya meningkat selama pelaksanaan kegiatan. Hal ini karena banyak tamu yang memilih menginap di penginapan yang dikelolanya.
“Tarif penginapan sebesar Rp150 ribu per kamar per malam. Kami memiliki 15 kamar dan selama kegiatan berlangsung, semuanya terisi,” kata Soip, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut jauh berbeda dibandingkan hari-hari biasa. Meningkatnya jumlah tamu yang menginap secara langsung berdampak terhadap pendapatan usaha yang dijalankannya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai yang telah menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk mendatangkan pengunjung dari dalam maupun luar daerah.
Menurutnya, kegiatan berskala besar seperti Morotai Festival dan Pesparawi tidak hanya menjadi ajang promosi daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha penginapan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak wisatawan dan pengunjung yang datang ke Morotai.
“Kami berharap kegiatan-kegiatan seperti ini terus dilaksanakan sehingga semakin banyak orang datang ke Morotai dan menginap di penginapan kami,” harapnya.
Sementara itu, Sulastri, salah satu pedagang kuliner UMKM di Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan, mengaku senang dengan penyelenggaraan Morotai Festival 2026 dan berbagai kegiatan pendukung lainnya.
Ia mengatakan, sejak kegiatan tersebut berlangsung, jumlah pembeli di warung makannya mengalami peningkatan. Kondisi ini memberikan tambahan pendapatan bagi usaha kuliner yang dijalankannya.
Sulastri menilai, kehadiran pengunjung dari berbagai daerah menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas pasar usaha mereka.
Karena itu, ia mendukung apabila kegiatan berskala besar seperti Morotai Festival lebih sering diselenggarakan di Kabupaten Pulau Morotai.
Menurutnya, semakin banyak pengunjung yang datang, menginap, dan berbelanja, semakin besar pula peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperoleh manfaat ekonomi.
“Harapannya, pemerintah daerah terus menghadirkan berbagai kegiatan yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari luar daerah, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan oleh pelaku usaha lokal seperti kami,” pungkasnya.(iki/red)










