Warga Dua Desa Lumpuhkan Akses Jalan Utama di Morotai, Protes Adanya Pengalihan Proyek

MALUTTIMES – Aksi pemblokiran jalan utama yang dilakukan warga Desa Sabatai Tua dan Desa Sabala, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menyebabkan arus transportasi antarkecamatan lumpuh, Selasa (3/11/2026).

Aksi yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIT tersebut merupakan bentuk protes masyarakat terhadap kebijakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pulau Morotai yang diduga mengalihkan rencana pembangunan jalan hotmix di wilayah mereka ke desa lain.

Warga mengaku kecewa karena ruas jalan lorong di Desa Sabatai Tua dan Desa Sabala yang sebelumnya telah diusulkan untuk mendapatkan peningkatan jalan hotmix justru dialihkan ke wilayah Desa Pandanga.

Merasa aspirasi mereka tidak diperhatikan, warga kemudian turun ke jalan dan melakukan pemalangan di sejumlah titik menggunakan balok kayu, bambu, ban bekas, tong sampah hingga spanduk yang diletakkan di tengah badan jalan.

Dilansir dari tandaseru.com, pemblokiran dilakukan di dua titik, yakni di ujung Desa Sabala dan perbatasan Desa Sabatai Tua. Warga juga melakukan penyegelan Kantor Desa Sabatai Tua menggunakan kayu.

Aksi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas transportasi masyarakat. Jalur utama yang menghubungkan wilayah Morotai Timur dan Morotai Utara menuju pusat Kota Daruba maupun arah sebaliknya terputus.

Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan tertahan. Pengendara, termasuk masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) yang hendak menuju pusat pemerintahan maupun pusat aktivitas ekonomi di Daruba, terpaksa menghentikan perjalanan.

Tidak hanya transportasi, aksi pemblokiran juga berdampak terhadap aktivitas pelayanan pemerintahan dan pendidikan. Sejumlah fasilitas pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA), turut terdampak akibat akses jalan yang ditutup warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *