MALUTTIMES – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai menargetkan sebanyak 25.600 pengunjung menghadiri pelaksanaan Morotai Festival (Morofest) 2026.
Festival yang masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26-29 Oktober 2026 dengan menghadirkan 17 atraksi dan perlombaan.
Ketua Panitia Morotai Festival 2026, Muhammad Umar Ali, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dirancang terbuka bagi masyarakat lokal, peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga wisatawan mancanegara.
Menurutnya, keterbukaan tersebut menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus memperkenalkan berbagai potensi wisata dan ekonomi kreatif yang dimiliki Morotai.
“Untuk atraksi dan lomba, Bupati meminta agar terbuka untuk umum. Siapa saja bisa ikut terlibat, baik masyarakat lokal, peserta nasional maupun wisatawan mancanegara. Sebab, target kita adalah bagaimana pengunjung semakin banyak,” kata Umar Ali, Selasa (22/9/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai itu menyampaikan hal tersebut di sela-sela koordinasi bersama Kementerian Pariwisata terkait persiapan pelaksanaan Morofest 2026.
Ia menjelaskan, Morotai Festival tahun ini mengangkat Kelapa Bido sebagai salah satu potensi unggulan daerah. Festival juga akan menampilkan beragam atraksi yang mengangkat kekayaan budaya, wisata bahari, sejarah serta ekonomi kreatif Morotai.
“Sejumlah kegiatan yang akan dipersembahkan kepada pengunjung di antaranya parade budaya, jalan sehat dan Zumba, Morotai Expo Ekonomi Kreatif dengan stan Kelapa Bido, lomba tarian tradisional, Morotai Fun Run 5 kilometer, serta Fun Dive yang terdiri dari freedive dan scuba dive,” tuturnya.
Selain itu, panitia menyiapkan lomba mewarnai untuk tingkat TK/PAUD dan SD, lomba kuliner tradisional, lomba musik Morotai Karaoke atau Musik Yanger, Fishing Tuna Morotai, lomba foto bawah air, serta lomba literasi menulis cerpen bertema Kelapa Bido.
Rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan lomba kreasi olahan ikan tuna, turnamen Mobile Legends dan Free Fire, lomba film pendek dan fotografi, serta lomba konten kreator melalui TikTok Challenge.
Umar berharap keterlibatan peserta dari berbagai kalangan dapat memperluas promosi pariwisata Morotai sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Festival ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Morotai kepada pengunjung nusantara maupun mancanegara. Kita berharap semakin banyak orang datang dan ikut meramaikan Morotai Festival,” pungkasnya.(iki/red)











