Musim ISPA di Balibunga (II)

Menurut Kahar Usman, warga rata-rata mengeluhkan soal dampak debu PLTU terhadap kesehatan. Mayoritas warga yang melapor kepadanya mengalami gangguan saluran pernapasan. Dari sesak napas hingga infeksi saluran pernafasan (ISPA).

“Mereka mengeluh sering sakit, batuk-batuk, dan sesak napas,” ujar Kahar pada Minggu (02/01/2022).

Kepala Pengelolaan Program TBC dan ISPA/Pneumonia Dinas Kesehatan Tidore Kepulauan Nurdiana M. Hi. Djaguna, S.Kep membenarkan ihwal banyaknya warga Rum Balibunga yang menderita ISPA. Saat ditemui Senin (18/01/2022) di ruang kerjanya ia mengungkapkan, berdasarkan data pengendalian ISPA Kota Tidore Kepulauan, di Puskesmas Rum Balibunga tercatat pengidap ISPA usia 0-5 tahun pada 2016 mencapai 881 orang, pada 2017 sebanyak 956 orang, pada 2018 sebanyak 277 orang, pada 2019 mencapai 366 orang, pada 2020 mencapai 114 orang, dan pada 2021 mencapai 281 orang.

Baca Juga:  Dinilai Janggal, Polres Morotai Siap Usut Kematian NS

Sementara itu pengidap ISPA usia dewasa (berumur 6-60 tahun), pada 2018 sebanyak 492 orang, pada 2019 sebanyak 663 orang, pada 2020 sebanyak 292 orang, dan pada 2021 sebanyak 207 orang.

Klik disini: Data Penderita ISPA Kota Tidore Kepulauan

Nurdiana mengatakan, tren penderita ISPA menurun pada 2020-2021 karena pada tahun itu berlangsung wabah Covid-19. Ia menduga banyak warga dengan ISPA yang tidak lagi melakukan pemeriksaan ke Puskesmas karena tidak mau diperiksa oleh tim surveilans Covid-19.

Baca Juga:  BNN Malut Ungkap Empat Desa Di Kecamatan Jailolo Rawan Narkoba

“Mereka khawatir jika mereka diperiksa pasti didiagnosa Covid-19. Kami dari tim lapangan yang mendatangi rumah-rumah mereka saja tidak diterima karena ketakutan itu. Karena itulah data kita dua tahun tersebut menurun,” dia menjelaskan.

Nurdiana tidak mengungkapkan data ISPA tahun-tahun sebelumnya, untuk melihat perbedaan antara jumlah pengidap ISPA sebelum dan sesudah PLTU beroperasi. Namun, mengutip data pengidap infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di Puskesmas Rum Balibunga seperti dilansir Halloternate.com pada Selasa (9/11/2021), penderita ISPA di Rum Balibunga pada tahun 2014 tercatat sebanyak 209 orang, pada 2015 sebanyak 338 orang, pada 2016 sebanyak 391 orang, dan pada 2017 sebanyak 429 orang.

Baca Juga:  Catat! Update Prakiraan Cuaca Hari Ini di Wilayah Maluku Utara

Klik disini: Pengidap ISPA Di Kota Tidore Kepulauan Maluku Utara Pertahun

Dari data itu jelas terlihat adanya peningkatan jumlah penderita gangguan pernapasan di Rum Balibunga, terutama di masa awal PLTU beroperasi. Bagi Kahar, peningkatan jumlah penderita ISPA itu terhubung langsung dengan kedatangan PLTU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.