Kenali Penyebab Kaki Sering Alami Kram

Maluttimes.com – Kaki kram sering terjadi ketika tubuh sedang istirahat. Rasa sakit ini dominan terjadi di area betis dan pergelangan kaki. 

Kondisi ini tentu terasa sangat mengganggu. Dalam beberapa kasus, kaki kram terjadi ketika di malam hari. Ada banyak penyebab kram kaki yang perlu diketahui.

Kram kaki juga terkadang disebut sebagai kejang otot atau charley horse. Kondisi ini memicu rasa sakit yang bahkan membuat Anda ingin berteriak.

Mengutip yang dilansir Healthline, kaki kram saat tidur kebanyakan dialami wanita dan orang dewasa yang lebih tua. Kaki mungkin akan terasa sakit atau nyeri hingga satu hari sesudahnya.

Baca Juga:  BNN Malut Ungkap Empat Desa Di Kecamatan Jailolo Rawan Narkoba

Belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan kram kaki. Hanya saja, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan kram kaki di malam hari.

Berikut beberapa penyebabnya yang bisa Anda hindari;

1. Gaya hidup menetap

Otot perlu diregangkan secara teratur agar berfungsi dengan baik. Duduk dalam waktu lama bisa membuat otot kaki lebih rentan kram.

Baca Juga:  Kapal Pengangkut 10 Ton BBM Tenggelam di Perairan Morotai

2. Kelelahan otot

Terlalu banyak olahraga dapat membuat otot bekerja terlalu keras. Kondisi ini diduga bisa memicu kram.

3. Berdiri lama

Berdiri lama disebut sebagai salah satu penyebab kram kaki. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang berdiri dalam waktu lama lebih mungkin mengalami kram kaki di malam hari.

4. Aktivitas saraf yang tidak normal

Menurut studi elektromiografi, kram kaki dikaitkan dengan peningkatan aktivitas saraf yang tidak normal.

5. Hamil

Mengutip laman Cleveland Clinic, wanita hamil memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami kram kaki di malam hari.

Baca Juga:  Berhasil Tekan Angka Stunting Hingga 11,5 Persen, Ini Target Bupati Aliong

Selain lima daftar di atas, kondisi lain yang kerap jadi penyebab kram kaki di malam hari diantaranya:

– Penyakit arteri perifer (PAD)

– Stenosis tulang belakang

– Masalah metabolisme

– Gagal ginjal akut

– Anemia

– Penyakit ginjal kronis

– Sirosis (jaringan parut pada hati)

– Dehidrasi

– Diare

– Kelelahan otot

 

Artikel ini telah diterbitkan oleh CNNINdonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.