MALUTTIMES – Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, menegaskan pembangunan Flyover Jalan Produksi Tambang Moronopo harus diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan, yakni Mei 2027.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri groundbreaking ceremony pembangunan flyover di kawasan Moronopo, Selasa (27/10/2026). Ia meminta pihak pelaksana memastikan proyek tersebut berjalan sesuai rencana dan tidak berakhir sebatas seremoni.
Menurutnya, pembangunan flyover bukan sekadar memenuhi kebutuhan perusahaan tambang, tetapi juga menjadi harapan masyarakat Halmahera Timur untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran mobilitas di kawasan jalur produksi tambang.
Bupati juga menyoroti jadwal pelaksanaan groundbreaking yang mengalami beberapa kali penundaan. Agenda yang semula dijadwalkan pada 12 Oktober, kemudian bergeser ke 17 Oktober, hingga akhirnya terlaksana pada 27 Oktober 2026.
Berkaca dari pengalaman proyek-proyek sebelumnya, Ubaid mengingatkan agar pembangunan flyover tersebut benar-benar direalisasikan hingga tuntas. Ia tidak ingin proyek ini mengalami nasib serupa dengan sejumlah proyek terdahulu yang tidak berlanjut sesuai harapan.
Sebagai perbandingan, ia mencontohkan pembangunan flyover oleh PT Tekindo di Halmahera Tengah yang disebut berhasil diselesaikan dalam waktu lima bulan. Infrastruktur tersebut kemudian menjadi perhatian saat Presiden Republik Indonesia melakukan kunjungan.

“IWIP dan Tekindo bisa, mengapa kita tidak bisa? Ini harus menjadi referensi bagi kita,” tegasnya, seraya mendorong seluruh pihak yang terlibat untuk bekerja secara maksimal.
Ubaid bahkan menegaskan tidak ingin meresmikan flyover tersebut apabila pengerjaannya melewati target penyelesaian pada Mei 2027. Karena itu, ia meminta pelaksana menjaga konsistensi pekerjaan agar pembangunan berjalan sesuai jadwal.
Selain ketepatan waktu, Bupati menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja (safety) dan kualitas konstruksi. Kedua aspek tersebut harus menjadi perhatian utama untuk menjamin keamanan serta kenyamanan masyarakat yang menggunakan jalur tersebut.
Ia juga meminta desain dinding penahan tebing ditinjau kembali. Menurutnya, struktur yang tergambar terlalu tinggi pada baliho desain perlu dievaluasi dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, potensi kesalahan manusia (human error), serta risiko terpaan angin kencang.
Tak hanya itu, penataan kawasan di sekitar proyek juga menjadi perhatian. Bupati meminta titik-titik rawan longsor, khususnya di area tanjung yang berdekatan dengan tebing curam, mendapat penanganan serius.
Ia turut mendorong penghijauan dan penataan estetika di sekitar kawasan pelabuhan jetty agar pembangunan flyover tidak hanya memberikan manfaat dari sisi transportasi dan keselamatan, tetapi juga memperhatikan kondisi lingkungan.
Dengan berbagai penekanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur berharap pembangunan Flyover Moronopo dapat diselesaikan sesuai target, memenuhi standar keselamatan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi di daerah.(dan/red)













