Aktifkan Emergency Management Team, NHM Perkuat Penanganan Karhutla

MALUTTIMES – Kondisi cuaca kering yang berlangsung cukup lama di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, berdampak pada penurunan ketersediaan air dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data pemantauan yang dihimpun oleh Humas Pemda Halut (19/09), tercatat ada sekitar 117 titik api pembakaran hutan yang tersebar di wilayah Kabupaten Halmahera Utara. Kondisi ini turut menjadi perhatian bersama bagi pemerintah daerah, masyarakat dan khususnya PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) di kawasan Tambang Emas Gosowong.

Ancaman tersebut meningkat pada pada awal September 2026, ketika kebakaran mulai mendekati sejumlah area operasional Gosowong. Merespons perkembangan situasi tersebut, Wakil Direktur Operasi/KTT NHM, Rara Dodo Lawolo, mengambil langkah cepat dengan menetapkan status darurat dengan mengaktifkan Emergency Management Team (EMT) NHM.

Langkah krusial ini dilakukan untuk memastikan seluruh sumber daya pemadam kebakaran dan tim penyelamat internal perusahaan dapat dimobilisasi secara cepat dan terkoordinasi. Prioritas utama penanganan adalah melindungi keselamatan pekerja, mengendalikan penyebaran api, serta mengamankan fasilitas operasional vital tambang.

Penanganan karhutla dikoordinasikan melalui struktur komando tanggap darurat yang terintegrasi. Manajemen NHM bertindak sebagai Incident Commander atau pemimpin komando insiden, sementara Command Center berfungsi sebagai pusat koordinasi informasi, pemantauan situasi, dan pengendalian operasi.

Tim ERT NHM saat sedang berupaya memadamkan api karhutla.(Foto: Departemen Komunikasi NHM)

Pemantauan serta evaluasi perkembangan penanganan dilakukan setiap hari pada pukul 14.00 WIT untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk peningkatan respons dan koordinasi dengan pihak eksternal apabila diperlukan.

Superintendent ERT NHM, Hendrick Lesa, menjelaskan bahwa efektivitas penanganan karhutla didukung oleh koordinasi lintas departemen melalui satu komando yang terstruktur dan terintegrasi. Dukungan logistik, peralatan, dan personel menjadi bagian penting untuk memastikan kelancaran operasi sekaligus menjaga keselamatan seluruh personel yang terlibat.

Strategi penanganan karhutla mencakup pemetaan area rawan dan pemantauan titik api menggunakan drone oleh tim Security, pemantauan kondisi cuaca, serta pelaksanaan patroli berkala. Upaya pencegahan dan pengendalian juga dilakukan melalui pembersihan vegetasi kering, pembuatan dan pemeliharaan sekat bakar (fire break), serta penyiapan akses pemadaman dan sumber air di sejumlah titik rawan.

Selain berfokus pada perlindungan area operasional, NHM turut mengerahkan personel dan armada pemadam kebakaran untuk membantu upaya pengendalian dan pemadaman karhutla di desa-desa lingkar tambang.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *