MALUTTIMES – Bupati Halmahera Barat (Halbar), James Uang, menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera mengambil langkah konkret untuk menangani dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah tersebut.
Salah satu langkah yang diperintahkan adalah pembagian masker gratis kepada masyarakat guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
James mengatakan, sebagian masker telah dibagikan kepada warga. Ia juga mengimbau masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar rumah, agar selalu menggunakan masker untuk melindungi kesehatan.
“Saya sudah minta BPBD segera melakukan langkah konkret, seperti pembagian masker. Sebagian sudah dibagikan, dan kami mengimbau seluruh warga Halmahera Barat agar selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah demi menjaga kesehatan,” kata James, Kamis (15/10/2026).
Menurut James, kabut asap yang menyelimuti Halbar diduga tidak hanya bersumber dari titik kebakaran di wilayah setempat, tetapi juga berasal dari daerah sekitar.
Untuk mempercepat penanganan karhutla, terutama pada titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat, Pemkab Halbar berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Salah satu upaya yang direncanakan pemerintah provinsi adalah pemadaman melalui udara atau water bombing menggunakan helikopter.
James menambahkan, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara juga telah menghubungi Pemkab Halbar untuk memantau perkembangan situasi kebakaran, termasuk kondisi di sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla.
Selain menangani kabut asap, Pemkab Halbar turut menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi hujan lebat pada akhir Oktober yang dapat memicu banjir dan tanah longsor.
Untuk mendukung penanganan darurat, pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), terutama untuk mempercepat respons apabila terjadi banjir.
“Kami sudah menyiapkan Belanja Tidak Terduga (BTT) agar respons dan penanganan darurat banjir bisa dilakukan dengan cepat,” pungkasnya.(red)











