Bupati James Uang Turun Tangan Redam Konflik Bataka–Tuguis, Pemkab Siap Bantu Korban dan Verifikasi Kerugian

MALUTTIMES – Bupati Halmahera Barat James Uang bersama Wakil Bupati Djufri Muhammad memimpin rapat mediasi dengan tokoh-tokoh dari Desa Bataka, Kecamatan Ibu Utara, guna mencari solusi atas konflik antardesa yang dipicu insiden pada pertandingan sepak bola beberapa pekan lalu.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Halmahera Barat, Jumat (7/8/2026), menghasilkan kesepakatan bersama untuk mengakhiri ketegangan dan menyelesaikan persoalan secara damai.

Sebagai tindak lanjut, seluruh pihak sepakat melakukan sosialisasi kepada masyarakat di masing-masing desa agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) kembali kondusif.

“Bersyukur tadi sudah ada titik temu yang disampaikan kepada pemerintah daerah. Kami juga sudah menyampaikan hasil pertemuan ini kepada panitia sepak bola di Desa Tuguis. Mereka akan kembali melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dan rencananya hari Minggu nanti kami akan turun langsung untuk menyelesaikan persoalan melalui mediasi,” kata James Uang.

Menurutnya, konflik yang melibatkan warga Desa Bataka dan Desa Tuguis menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat. Pemda berkomitmen menjaga keamanan dan memastikan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

“Prinsip pemerintah daerah adalah semua harus aman. Kami ingin masyarakat bisa kembali hidup berdampingan tanpa ada rasa takut,” tegasnya.

Selain memfasilitasi penyelesaian konflik, Pemkab Halmahera Barat juga memastikan para korban luka akibat insiden tersebut mendapatkan penanganan medis.

James mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterima, sekitar 30 warga mengalami luka-luka dan telah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

“Tadi disampaikan ada sekitar 30 orang yang mengalami luka-luka. Mereka sudah mendapatkan pengobatan, dan seluruh pelayanan di puskesmas ditangani oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Tak hanya korban luka, tuntutan masyarakat Desa Bataka terkait kerusakan sejumlah kendaraan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, bantuan baru akan diberikan setelah dilakukan pendataan dan verifikasi secara menyeluruh.

Bupati menginstruksikan pemerintah desa dan pemerintah kecamatan untuk mendata secara akurat seluruh kendaraan yang mengalami kerusakan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Kalau nanti diberikan bantuan, harus rasional. Tidak semua permintaan bisa langsung dikabulkan. Harus diverifikasi sesuai tingkat kerusakan maupun kondisi korban. Data ini harus valid agar tidak menimbulkan persoalan baru,” katanya.

Ia menegaskan perhatian pemerintah tidak hanya diberikan kepada satu pihak, tetapi kepada seluruh korban yang terdampak dalam konflik tersebut secara adil dan proporsional.

Dalam kesempatan itu, James juga menyesalkan kelalaian panitia penyelenggara turnamen sepak bola yang dinilai tidak mengantisipasi potensi kericuhan dengan melibatkan aparat kepolisian untuk pengamanan.

“Faktor yang kami lihat salah satunya adalah kelalaian panitia karena tidak melibatkan pihak kepolisian. Ke depan hal seperti ini tidak boleh terulang. Pemerintah daerah ingin memastikan daerah ini tetap aman sehingga aktivitas masyarakat dari Ibu menuju Jailolo maupun sebaliknya tidak lagi terganggu,” pungkasnya.(all/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *