MALUTTIMES – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pulau Morotai memperketat pelayanan bagi peserta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026, terutama dalam pemenuhan kebutuhan gizi selama masa karantina.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesbangpol Pulau Morotai, Fahri Abdul Aziz, mengatakan perhatian khusus diberikan pada menu makanan yang dikonsumsi para calon Paskibraka. Berbeda dengan tahun sebelumnya, menu makanan tahun ini disusun berdasarkan rekomendasi tenaga medis.
“Untuk menu makanan yang disiapkan Kesbangpol berbeda dengan tahun lalu. Tahun ini menu makanan peserta Paskibraka disusun berdasarkan resep dan rekomendasi dokter,” ujar Fahri, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, setiap makanan yang disajikan terlebih dahulu diperiksa oleh dokter sebelum diberikan kepada peserta. Sampel makanan diambil untuk memastikan kualitas dan kandungan gizinya sesuai dengan kebutuhan fisik para calon Paskibraka.
“Semua makanan diatur dengan ketat. Mulai dari menu sarapan, makan siang hingga makan malam sudah ditentukan oleh tim medis. Jadi pihak katering tidak bisa menyiapkan makanan secara sembarangan karena semuanya harus sesuai standar yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Selain kebutuhan konsumsi, Kesbangpol juga menyiapkan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan peserta selama menjalani pembinaan dan karantina. Fasilitas tersebut meliputi pakaian latihan, seragam upacara, sepatu, topi, hingga kebutuhan penunjang lainnya.
Sebanyak 34 calon Paskibraka Kabupaten Pulau Morotai Tahun 2026 diketahui telah memasuki masa karantina sejak Senin (20/7/2026).
Karantina menjadi bagian dari tahapan pembinaan intensif menjelang pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Selama masa karantina, para peserta dipusatkan di Hotel Morotai Inn, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan.(iki/red)













