Pemdes Pigaraja Terima Lima Mahasiswa Antropologi Sosial FIB Unkhair untuk Magang Enam Bulan

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori di ruang kelas, tetapi juga perlu memperoleh pengalaman langsung dengan melihat berbagai dinamika kehidupan masyarakat di lapangan.

“Magang ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan yang mereka peroleh di kampus dengan realitas kehidupan masyarakat,” ujar Bahtiar.

Ia mengatakan, selama berada di Desa Pigaraja, mahasiswa akan belajar memahami kondisi sosial, budaya dan ekonomi masyarakat, sekaligus mengenal pelaksanaan pemerintahan serta pelayanan publik di tingkat desa.

Bahtiar menambahkan, durasi magang selama enam bulan memberikan ruang yang cukup bagi mahasiswa untuk melakukan pembelajaran lapangan secara lebih mendalam.

“Harapannya, mahasiswa tidak hanya datang untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi desa. Dengan waktu enam bulan, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengenal masyarakat dan berbagai persoalan desa secara lebih mendalam,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya data desa dalam memahami potensi, kebutuhan, serta persoalan yang dihadapi masyarakat.

Karena itu, mahasiswa diharapkan dapat bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam proses pendataan dengan tetap mengedepankan etika serta menghargai pengetahuan dan pengalaman lokal masyarakat.

Kegiatan magang ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa.

Melalui keterlibatan mahasiswa secara langsung di tengah masyarakat, diharapkan terjadi pertukaran pengetahuan yang tidak hanya memberikan pengalaman bagi mahasiswa, tetapi juga membantu pemerintah desa, khususnya dalam penguatan administrasi dan pendataan masyarakat.

Pemerintah Desa Pigaraja berharap program magang selama enam bulan tersebut dapat membantu mempercepat penyelesaian pekerjaan yang masih tertunda sekaligus memberikan kontribusi terhadap kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat di desa.(all/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *