Sungai Toduku Kawasi Berubah Hijau dan Bau, Warga Duga Ulah Aliran Limbah Perusahaan Harita

MALUTTIMES – Kondisi Sungai Toduku di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, dikeluhkan warga setelah air sungai berubah warna menjadi kehijauan dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Perubahan kondisi air tersebut mulai terlihat sejak pekan lalu. Warga yang melakukan pengecekan pada Jumat (25/9/2026) mengaku menemukan perubahan warna air disertai bau menyengat.

Ketua Organisasi Rakyat Canga Kawasi, Ahmad Ibrahim, mengatakan perubahan kondisi Sungai Toduku menjadi perhatian warga karena air sungai tersebut sebelumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Perubahan air ini terjadi sejak minggu kemarin. Hari ini kami bersama beberapa warga langsung mengecek ke lapangan dan memang benar air sungai berubah menjadi hijau serta mengeluarkan bau tidak sedap,” kata Ahmad.

Menurut Ahmad, sebelum aktivitas pertambangan berkembang di wilayah tersebut, Sungai Toduku menjadi salah satu sumber air yang digunakan masyarakat untuk mandi dan mencuci pakaian.

Kondisi sungai toduku di Desa Kawasi yang berubah warna dan bau. (Foto: warga)

“Dulu sungai ini digunakan warga untuk mandi dan mencuci pakaian. Sekarang sudah tidak bisa digunakan lagi karena airnya membuat gatal dan mengeluarkan bau,” ujarnya.

Ia menduga perubahan kondisi Sungai Toduku berkaitan dengan aktivitas perusahaan di sekitar wilayah tersebut. Dugaan itu, kata Ahmad, muncul setelah warga melihat sejumlah sediment pond di bagian hulu sungai.

“Kalau yang saya lihat, sungai ini sekarang sudah seperti dijadikan tempat pembuangan limbah oleh PT Harita Grup. Di bagian hulu ada beberapa sediment pond yang dibuat perusahaan. Kami menduga ada aliran dari sana yang masuk ke sungai,” katanya.

Namun, dugaan tersebut menurut Ahmad perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan uji laboratorium. Ia meminta instansi berwenang segera mengambil sampel air Sungai Toduku untuk mengetahui penyebab perubahan warna dan bau serta memastikan kandungan air tersebut.

“Jangan hanya berdasarkan dugaan warga. Kami ingin air ini diuji supaya jelas apa penyebabnya dan apakah ada kandungan yang membahayakan masyarakat,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah dan instansi teknis segera turun ke lapangan untuk memeriksa kondisi Sungai Toduku, termasuk menelusuri sumber perubahan air dan aktivitas di sekitar daerah aliran sungai.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan dari pihak PT Harita terkait dugaan warga tersebut.(tim/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *