Bupati Rusli Sibua Kembali Temui Warga Juanga-Pandanga, Pastikan Konflik Tak Terulang

MALUTTIMES – Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, kembali turun langsung menemui warga Desa Juanga dan Desa Pandanga, Kecamatan Morotai Selatan, pada Selasa (15/9/2026) malam.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan kedamaian di kedua desa tetap terjaga pascakonflik yang sempat terjadi. Bupati juga mengajak masyarakat memperkuat kembali hubungan kekeluargaan agar persoalan serupa tidak kembali terulang.

Rusli mengatakan, warga Juanga dan Pandanga pada dasarnya merupakan satu keluarga. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak memperbesar perbedaan dan memilih menyelesaikan setiap persoalan melalui komunikasi serta musyawarah.

Dalam silaturahmi tersebut, Bupati didampingi Kepala Kesbangpol Pulau Morotai Fahri Aziz, Kasatpol PP dan Damkar Akri Yuti Wijaya, Camat Morotai Selatan Sri, Kabag Pemerintahan Muhammad Zein, serta Ketua Satuan Tugas Pembinaan Kesatuan Bangsa dan Politik (Satgas PKBP), Saiful Paturo.

Turut hadir Kepala Desa Juanga Nasri Lule, Kepala Desa Pandanga Suryadi Jalal, serta masyarakat dari kedua desa.

Pada kesempatan itu, Rusli mendengarkan langsung sejumlah keluhan dan masukan yang disampaikan warga. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai akan terus berupaya mengayomi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun kelompok.

Menurutnya, ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat harus terus dibuka sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus memperkuat kembali ikatan persaudaraan di tengah masyarakat.

“Saya berkomitmen untuk menjadi pemimpin yang tidak memihak kepada siapapun, menjadi Bupati bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pulau Morotai,” tegasnya.

Rusli berharap, silaturahmi dan komunikasi yang terus dibangun dapat menjadi langkah bersama untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, khususnya di Desa Juanga dan Pandanga.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan persaudaraan serta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berpotensi memicu kembali konflik antarkedua desa.(iki/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *