Irine Yusiana Roba Putri Salurkan PIP kepada 41 Siswa SMK Bina Insani Halbar, Serap Aspirasi Pendidikan Warga

MALUTTIMES – Anggota Komisi V DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, menyerahkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun Anggaran 2026 kepada 41 siswa SMK Bina Insani di Desa Hoku-Hoku, Kabupaten Halmahera Barat, Senin (28/7/2026).

Penyaluran bantuan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan tatap muka bersama siswa, guru, orang tua, serta masyarakat setempat yang berlangsung pukul 14.00 hingga 15.00 WIT.

Dalam sambutannya, Irine mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menyalurkan bantuan pendidikan, tetapi juga mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan Program Indonesia Pintar yang dikawal melalui Tim Irine Center.

Menurutnya, komunikasi langsung dengan masyarakat sangat penting agar berbagai kebutuhan di sektor pendidikan dapat diketahui dan diperjuangkan secara maksimal.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan tenaga kependidikan SMK Bina Insani yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam mendidik generasi muda di Maluku Utara.

“Keberhasilan penyaluran Program Indonesia Pintar tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara pihak sekolah, Tim Irine Center, dan berbagai pihak terkait,” ujar Irine.

Pada Tahun Anggaran 2026, sebanyak 41 siswa SMK Bina Insani menerima bantuan PIP. Penyaluran tersebut merupakan bagian dari program beasiswa pendidikan yang menjangkau ribuan pelajar di berbagai jenjang pendidikan di Maluku Utara.

Irine menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 7.129 siswa dari 240 sekolah di Maluku Utara yang menerima bantuan Program Indonesia Pintar pada tahun 2026 dengan total anggaran mencapai Rp3,4 miliar.

Sementara itu, di Kabupaten Halmahera Barat tercatat sebanyak 1.451 siswa menerima bantuan dengan total alokasi anggaran sekitar Rp772 juta.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara sekolah, orang tua, Tim Irine Center, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Tim Irine Center juga terus mengawal proses penyaluran bantuan mulai dari tahap pencairan di bank hingga diterima langsung oleh siswa maupun orang tua atau wali murid.

Dalam kesempatan itu, Kepala SMK Bina Insani menyampaikan apresiasi atas kehadiran Irine di sekolah tersebut. Ia mengaku pihak sekolah telah lama menantikan kunjungan tersebut mengingat berbagai bantuan yang selama ini telah diperjuangkan.

“Kami sangat merindukan kehadiran Ibu Irine. Banyak bantuan yang telah diberikan kepada sekolah kami, namun masih ada sejumlah kebutuhan yang perlu mendapat perhatian,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sekolah telah mengajukan sejumlah proposal kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, namun hingga kini belum memperoleh tindak lanjut. Karena itu, ia berharap Irine dapat membantu memperjuangkan usulan tersebut di tingkat pusat.

Selain persoalan pendidikan, Kepala Desa Hoku-Hoku juga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan pendidikan.

Menurutnya, akses menuju TK, SD, hingga SMK di desa tersebut masih mengalami kendala akibat kondisi jalan yang rusak. Masyarakat berharap jalan tersebut dapat ditingkatkan menjadi jalan beraspal agar aktivitas pendidikan maupun perekonomian warga menjadi lebih lancar.

Ia juga meminta perhatian terhadap pembangunan jalan tani karena sebagian besar masyarakat Desa Hoku-Hoku berprofesi sebagai petani yang membutuhkan akses memadai untuk mengangkut hasil pertanian.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Irine menegaskan bahwa tujuan utama Program Indonesia Pintar adalah menghilangkan hambatan ekonomi agar anak-anak tetap dapat mengakses pendidikan tanpa terkendala biaya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya, yakni untuk memenuhi kebutuhan pendidikan peserta didik serta mencegah angka putus sekolah.

“Saya mengingatkan seluruh penerima agar menggunakan dana bantuan ini sesuai peruntukannya untuk menunjang kebutuhan sekolah. Dana bantuan negara adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dan tidak boleh disalahgunakan,” tegasnya.

Menutup kegiatan, Irine mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dalam memajukan dunia pendidikan di Maluku Utara. Ia berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat dapat terus terjalin demi menciptakan generasi yang lebih berkualitas.(all/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *