Warga Apresiasi Kinerja Satpol-PP dan Damkar Morotai, Desak Penambahan Mobil Pemadam

MALUTTIMES – Warga Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mengapresiasi kinerja Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol-PP dan Damkar) setempat yang dinilai sigap menangani kebakaran, meski masih menghadapi keterbatasan fasilitas, terutama armada mobil pemadam.

Warga berharap pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di Pulau Morotai, khususnya dengan menambah armada untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu warga Daruba, Rizki, mengatakan kinerja personel Satpol-PP dan Damkar patut mendapat apresiasi serta dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah pusat.

“Dengan keterbatasan mobil pemadam kebakaran, mereka tetap mampu memadamkan api di sejumlah titik. Kinerja mereka harus diapresiasi. Saya berharap pemerintah pusat lebih memperhatikan mereka dengan memberikan tambahan mobil pemadam,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rinaldi, warga Desa Gotalamo. Ia menilai personel Satpol-PP dan Damkar telah menunjukkan dedikasi dalam menangani kebakaran, meski harus bekerja dengan fasilitas yang terbatas.

“Kinerja mereka luar biasa. Dengan mobil yang ada, mereka tetap berupaya menangani kebakaran setiap kali menerima laporan. Karena itu, mereka harus diapresiasi dan mendapat dukungan fasilitas yang memadai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol-PP dan Damkar Kabupaten Pulau Morotai, Akri Y. Wijaya, menjelaskan bahwa berdasarkan data sementara, pihaknya menangani 118 kejadian kebakaran selama periode 2 Januari hingga 10 Oktober 2026, dengan total luas area terbakar mencapai 401 hektare.

Khusus periode 1 hingga 10 Oktober 2026, tercatat 17 kejadian kebakaran dengan luas area terdampak mencapai 38 hektare.

Akri mengatakan, upaya penanganan kebakaran, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), merupakan hasil kerja keras personel di lapangan yang turut mendapat dukungan dari personel TNI AD di Pulau Morotai.

Menurutnya, personel Satpol-PP dan Damkar terus memantau kondisi di lapangan serta merespons laporan masyarakat terkait kejadian kebakaran.

“Kami terus memantau dan merespons laporan masyarakat. Namun, terkadang penanganan mengalami keterlambatan karena keterbatasan armada mobil pemadam kebakaran,” ungkapnya, Minggu (11/10/2026).

Ia berharap dukungan berbagai pihak dapat terus ditingkatkan agar penanganan kebakaran di Kabupaten Pulau Morotai berjalan lebih optimal, terutama dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.

Keterbatasan armada menjadi salah satu kendala yang perlu mendapat perhatian agar personel dapat menjangkau lokasi kebakaran dengan lebih cepat dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan.(iki/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *