KM Cahaya Timur 77 Terbakar di Perairan Morotai, 11 ABK Selamat

MALUTTIMES – KM Cahaya Timur 77 hangus terbakar di perairan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Minggu (16/8/2026) dini hari.

Sebanyak 11 Anak Buah Kapal (ABK) berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.

Kapal terbakar di perairan sebelah utara Pulau Tabailenge, Kecamatan Morotai Utara, sekitar satu mil dari pulau tersebut.

Berdasarkan keterangan nakhoda KM Cahaya Timur 77, Yan Junaidi, insiden bermula ketika kapal mengalami kerusakan mesin saat berada di perairan Jara-Jara, Kabupaten Halmahera Timur.

“Kerusakan terjadi pada bagian krek as mesin yang terkunci sehingga kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran dan hanyut ke arah perairan Morotai Utara,” ujar Yan.

Nakhoda kemudian meminta bantuan melalui radio. Kapal Jaring Nusantara 02 yang berada sekitar 16 mil dari bibir pantai Morotai Utara merespons permintaan tersebut.

KM Cahaya Timur 77 kemudian ditarik menuju Pulau Tabailenge yang merupakan pulau terdekat. Kapal tiba di sekitar Pulau Tabailenge pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIT dan selanjutnya berlabuh dengan menurunkan jangkar.

Namun, dua hari kemudian, Minggu sekitar pukul 00.30 WIT, nakhoda mendengar suara gangguan dari mesin lampu. Suara tersebut terdengar seperti bunyi “krek-krek”.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan adanya kenaikan voltase pada mesin lampu. Nakhoda kemudian menurunkan gas mesin tersebut dan kembali beristirahat.

Tak lama berselang, Yan mencium bau seperti bensin di sekitar dapur yang berdekatan dengan mesin lampu. Namun, setelah dilakukan pengecekan, sumber bau tersebut belum ditemukan.

Sekitar pukul 01.00 WIT, nakhoda terbangun setelah mencium aroma hangus. Saat diperiksa, mesin lampu diketahui telah terbakar.

Yan bersama koki kapal, Anton, sempat berupaya memadamkan api menggunakan air dari drum penampungan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena api semakin membesar dan merembet ke bagian mesin induk kapal.

“Api semakin sulit dikendalikan. Nakhoda bersama seluruh ABK kemudian memutuskan meninggalkan kapal dan menggunakan perahu pakura untuk menyelamatkan diri,” katanya.

Kebakaran tersebut diketahui masyarakat Desa Tabailenge setelah melihat adanya kapal yang terbakar di sekitar pulau.

Masyarakat kemudian menghubungi Pos TNI AL Bere-Bere, Polsek Morotai Utara, dan Koramil Bere-Bere untuk meminta bantuan.

Sekitar pukul 01.15 WIT, personel gabungan bersama masyarakat mendatangi lokasi dan membantu proses evakuasi seluruh ABK.

Sebanyak 11 ABK berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Mereka kemudian dibawa ke Pos TNI AL Bere-Bere untuk beristirahat dan mendapatkan penanganan sementara.

Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Selain kapal, seluruh dokumen kapal juga dilaporkan tidak dapat diselamatkan karena api dengan cepat melalap bagian kapal.

Saat ini, seluruh ABK masih berada di Pos TNI AL Bere-Bere. Pihak Pos TNI AL telah berkoordinasi dengan pemilik kapal, Luki Najoan dari CV BJMM (Bahari Jaya Makmur Mandiri), terkait kejadian tersebut dan meminta agar para ABK segera dijemput.

Selama berada di Pos TNI AL Bere-Bere, para ABK mendapatkan tempat beristirahat dan jamuan dari pihak terkait. Kondisi seluruh ABK dilaporkan aman dan kondusif.

Masyarakat sekitar juga turut membantu para ABK yang menjadi korban musibah tersebut.

Hingga kini, situasi di lokasi evakuasi berlangsung aman dan kondusif. (iki/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *