MALUTTIMES – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Khairun (Unkhair) Tahap I menggelar kegiatan psikoedukasi bertema “Resolusi Konflik pada Remaja” di SMP Negeri 6 Kota Ternate, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan mahasiswa KKN di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Amalia S.J. Kahar, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Dalam kegiatan itu, Amalia turut menjadi narasumber bersama Siti Umairah, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Psikoedukasi yang dimulai pukul 08.30 WIT itu diikuti oleh siswa kelas IX-2 dan dihadiri guru SMP Negeri 6 Kota Ternate, Zakiyah Syahrudin, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Zakiyah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai penyelesaian konflik sangat penting untuk membentuk karakter peserta didik agar mampu menyikapi perbedaan secara dewasa dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan sosial para siswa.
“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Amalia beserta tim dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun yang telah memberikan psikoedukasi kepada siswa kami. Materi seperti ini sangat dibutuhkan oleh remaja dan sekolah terbuka untuk kerja sama pada kegiatan berikutnya,” ujarnya.
Sebelum materi disampaikan, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai resolusi konflik pada remaja. Suasana kegiatan kemudian semakin semarak melalui sesi ice breaking yang dipandu panitia guna meningkatkan semangat dan fokus para siswa.
Memasuki sesi inti, Amalia S.J. Kahar menyampaikan materi secara interaktif melalui presentasi, diskusi, dan studi kasus yang dekat dengan kehidupan remaja. Para peserta diajak memahami bahwa konflik merupakan hal yang wajar terjadi, namun harus diselesaikan dengan cara yang tepat agar tidak menimbulkan dampak negatif.
Materi yang disampaikan meliputi pengertian konflik, penyebab terjadinya konflik, dampak konflik apabila tidak diselesaikan dengan baik, hingga berbagai strategi penyelesaiannya melalui komunikasi yang efektif, pengendalian emosi, sikap saling menghargai, serta penerapan prinsip win-win solution dalam mencari jalan keluar bersama.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif menjawab pertanyaan dari narasumber, berbagi pengalaman mengenai konflik yang pernah dialami di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari, serta berdiskusi tentang langkah-langkah penyelesaian konflik secara damai.
Mahasiswa KKN Tematik FKIK Unkhair berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya komunikasi yang sehat, pengelolaan emosi, serta kemampuan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, dilanjutkan dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah menerima materi. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan foto bersama antara narasumber, mahasiswa KKN, guru, dan siswa SMP Negeri 6 Kota Ternate.(red)













