MALUTTIMES – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menyambut hangat tim pengabdian masyarakat dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menggelar audiensi di Aula Kantor Bupati Pulau Morotai, Kamis (2/7/2026).
Tim ITB yang hadir terdiri dari Prof. Dr. Salman AN, Dr. Elvira Kusniyangi, dan Dr. Neswan, Ph.D. Kegiatan tersebut mengusung tema “Pengabdian Masyarakat ITB untuk Peningkatan Kompetensi Guru Matematika”.
Audiensi turut dihadiri Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Pasifik (Unipas) Pulau Morotai periode 2025–2029, Anwar Kadir A. Gafur, Asisten II Setda Pulau Morotai Ahdad Hi. Hasan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Alfatah Sibua, para guru, serta mahasiswa Unipas Pulau Morotai.
Sambutan Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua dibacakan oleh Asisten II Setda, Ahdad Hi. Hasan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada tim pengabdian masyarakat ITB.
“Di tengah bentangan laut yang memisahkan pulau-pulau, hari ini kita dipersatukan oleh satu tujuan yang sama, yakni menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas bagi generasi masa depan. Kehadiran Bapak dan Ibu merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi kami,” ujarnya.
Ia mengatakan, Pemda Morotai meyakini keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan infrastruktur maupun melimpahnya sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang berilmu, berkarakter, dan memiliki daya saing.
Karena itu, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam mewujudkan Morotai yang unggul, adil, dan sejahtera.
Menurutnya, program pengabdian masyarakat ITB yang mengangkat tema peningkatan kompetensi guru matematika melalui pendekatan logika dan cinta sangat relevan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan.
“Tema ini bukan sekadar menarik, tetapi juga mencerminkan hakikat pendidikan itu sendiri. Logika membimbing akal untuk berpikir kritis dan sistematis, sedangkan cinta menghadirkan ketulusan, kesabaran, dan kepedulian dalam mendidik. Ketika keduanya berjalan beriringan, pendidikan akan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam karakter,” katanya.
Pemda Morotai juga mengapresiasi komitmen ITB dalam membangun jejaring akademik bersama Unipas Pulau Morotai, para guru, dan pemerintah daerah.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan tenaga pendidik menjadi kunci untuk mempercepat kemajuan pendidikan di daerah.
“Pemerintah memiliki kebijakan dan ruang pengabdian, perguruan tinggi menghadirkan ilmu pengetahuan dan inovasi, sementara para guru menjadi ujung tombak yang menanamkan nilai-nilai tersebut kepada generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Ia berharap audiensi tersebut menjadi awal terjalinnya kemitraan yang lebih erat dan berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan di Pulau Morotai.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi kerja sama dalam pengembangan pendidikan, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, riset terapan, serta inovasi pembelajaran. Kami percaya pengabdian yang dilakukan secara konsisten akan melahirkan perubahan besar, karena setiap ilmu yang dibagikan sesungguhnya adalah benih peradaban yang kelak akan tumbuh dan memberi manfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.(iki/red)















