Warga Muhajirin Baru Keluhkan Krisis Air Bersih, Pipa PDAM Terpasang Tapi Tak Berfungsi

MALUTTIMES – Warga Desa Muhajirin, khususnya RT 05 yang dikenal sebagai kompleks Muhajirin Baru, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara mengeluhkan krisis air bersih yang hingga kini belum mendapat penanganan serius.

Pasalnya, jaringan pipa air bersih milik PDAM yang telah dipasang sejak kurang lebih tiga bulan lalu sampai saat ini belum juga berfungsi dan belum bisa dimanfaatkan masyarakat.

Akibat kondisi tersebut, sekitar kurang lebih 400 Kepala Keluarga (KK) di kawasan Muhajirin Baru terpaksa masih bertahan dengan satu sumur bor yang menjadi satu-satunya sumber air bersih warga.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus bergiliran mengambil air dengan jadwal dua hingga tiga hari sekali. Situasi itu dinilai sangat menyulitkan, terutama bagi ibu rumah tangga dan keluarga dengan jumlah anggota banyak.

Salah satu warga, Ahmad Albar, mengatakan masyarakat sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak PDAM. Namun hingga kini belum ada solusi nyata, selain janji bahwa air akan segera dialirkan.

“Pipa sudah dipasang, tapi air belum jalan. Kami sudah koordinasi dengan PDAM, tapi hanya dijanjikan terus. Sementara warga tetap kesulitan air bersih,” ujar Ahmad, kepada maluttimes.com, Senin (20/04/2026).

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Senada dengan itu, Koordinator Komunitas Anak Muda (KAM) Desa Muhajirin, Armain Aja, meminta Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai memberi perhatian serius terhadap kondisi warga Muhajirin Baru.

Menurutnya, persoalan air bersih tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kebutuhan hidup masyarakat setiap hari.

“Kami minta Pemda dan instansi terkait segera mempercepat penanganan air bersih di Muhajirin Baru. Jangan tunggu warga semakin susah,” tegas Armain.

Warga berharap jaringan pipa yang sudah terpasang dapat segera difungsikan agar ratusan keluarga di Muhajirin Baru tidak lagi bergantung pada satu sumur bor dengan kapasitas terbatas.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *