Nelayan di Morotai Utara Keluhkan Harga BBM yang Tak Wajar, Begini Respon Pengelola SPBUN

MALUTTIMES – Nelayan di wilayah Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara mengeluhkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tiba-tiba naik. Akibatnya, mereka tidak bisa mencari ikan yang menjadi mata pencarian.

Harga BMM jenis pertamax di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum untuk Nelayan (SPBUN) Bere-Bere sekarang naik menjadi Rp14.300/liter. Padahal, sesuai ketetapan Pemerintah bahwa HET SPBUN Bere-Bere adalah Rp13.500/liter.

“Kami bingung harga BBM jenis pertamax yang dijual di SPBUN Bere-Bere sudah sekitar Rp14.300. Padahal harga biasanya yakni Rp13.500,” kata para nelayan kepada maluttimes.com, Selasa (26/3/2024).

Baca Juga:  JUJUR Optimis Menang Telak Di Pilkada 2024

Mereka mengatakan, kenaikan harga BBM ini sudah terjadi selama sebulan lebih. Padahal, sebelum SPBUN tersebut berpindah tangan, harganya masih stabil sesuai HET dari Pemerintah.

“Ketika SPBUN Bere-Bere masih dikelola oleh pak Amal itu dijual masih sesuai dengan harga Rp13.500/liter. Tapi setelah pergantian dengan pak Erwin Sutanto harganya naik menjadi Rp14.500/liter,” ungkap melayan tersebut yang enggan namanya disebut.

Baca Juga:  Warga Muhammadiyah Kepulauan Sula Shalat IED 10 April 2024, ini Lokasinya

Mereka mempertanyakan kanaikan harga BBM itu, sebab harga BBM jenis Pertamax hingga saat ini belum dinaikan oleh pemerintah.

“Ketika kami tanya di petugas SPBUN, mereka bilang bahwa itu bos (Erwin Sutanto) yang suruh. Jadi kami hanya mengikutinya,” ujarnya.

Para nelayan itu pun berharap Pemerintah segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.