Banyak Bumdes di Morotai Tak Berfungsi, Begini Penjelasan DPMD

MALUTTIMES – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) program andalan mantan Bupati Pulau Morotai, Benny Laos yang tersebar di 88 desa Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara banyak tak berfungsi.

Padahal sudah menelan APBD sekitar Rp33 miliar lebih dari total 38 Bumdes yang dibangun. Dari 38 Bumdes itu, 32 berfungsi sisanya tidak berfungsi.

Amatan maluttimes.com di beberapa titik lokasi gedung Bumdes dengan 6-7 ruangan, rata-rata hanya satu ruangan yang difungsikan.

Baca Juga:  Pilkada 2024, Gerinda Morotai Buka Penjaringan Calon Kepala Daerah Setelah Lebaran

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pulau Morotai, Ahdad Hi. Hasan saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan bahwa tidak semua Bumdes di Pulai Morotai berfungsi.

Ahdad mencontohkan, Bumdes di Desa Aha, dari 7 ruangan yang tersedia hanya 1 yang difungsikan.

“Misalnya Bumdes Aha, disitu ada 7 lokal tapi hanya satu yang dipakai. Tapi itu juga tetap dipergunakan, karena di Bumdes Aha itu mereka lebih fokus pada peningkatan sumber daya alam dalam hal ini padi. Jadi mereka itu fokus di padi. Padi yang akan mereka adu disana lalu dipasang lebel untuk dijual,” kata Ahdad, Senin (17/7/2023).

Baca Juga:  FOSHAL: Cabut Izin Tambang PT ANP di Pulau Fau Halmahera Tengah

Dia mengemukakan, Bumdes memiliki usaha yang berbeda-beda. Ada Bumdes penampung padi dikelola kemudian dijual, ada yang menjual Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan ada juga Bumdes yang menjual bahan-bahan material bangunan.

“Artinya bahwa walaupun dalam satu desa ada satu Bumdes yang 5 lokal, yang penting dari 5 lokal itu satu lokal sudah terisi. Dan kalau mau diisi semua, silahkan aktifkan UMK-UKM yang lain untuk mengisi Bumdes yang masih kosong itu, dipersilahkan,” cetusnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.