MALUTTIMES – Pemerintah Daerah Pulau Morotai melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar inspeksi mendadak (sidak) harga sembilan bahan pokok (sembako) di sejumlah pasar dan distributor di pusat Kota Daruba, Rabu (20/05/2026).
Sidak tersebut dilakukan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok sembako tetap aman di pasaran.
Kegiatan itu dipimpin langsung Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pulau Morotai, Mauludin Wahab, didampingi Staf Ahli, Dinas Perindagkop-UKM, perwakilan Kejari Morotai, Polres Morotai, Satgas PMPPUKR, serta Kepala Satpol PP.
Plt Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Pulau Morotai, Syamsul Bahri Radjab mengatakan, sidak tidak hanya difokuskan pada pemantauan harga dan tanggal kedaluwarsa barang, tetapi juga untuk memastikan pedagang tidak menaikkan harga stok lama menggunakan standar harga baru.
“Tujuannya agar pedagang tidak menaikkan harga stok lama dengan standar harga baru. Stok lama harus dijual dengan harga lama. Selain harga, tanggal kedaluwarsa barang juga menjadi target pemeriksaan,” katanya.
Dari hasil pemantauan, stok sebagian besar kebutuhan pokok di Pulau Morotai masih relatif aman. Saat ini kapal Tol Laut juga sedang melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Imam Lastori.
Namun, TPID menemukan kelangkaan Minyak Goreng Rakyat (MGR) atau Minyakita di tingkat distributor maupun pengecer. Sejumlah pelaku usaha mengaku harga dari distributor di Surabaya mengalami kenaikan signifikan dan melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Pelaku usaha enggan membeli karena takut menjadi masalah hukum jika menjual di atas HET,” ujarnya.
Selain itu, TPID juga menemukan sejumlah minuman ringan kedaluwarsa di Pasar CBD. Produk tersebut langsung diamankan tim di lapangan.
TPID Pulau Morotai selanjutnya akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan menyurati Bulog terkait kerja sama distribusi Minyakita ke Morotai serta meminta BPOM menangani temuan barang kedaluwarsa di sejumlah toko dan pasar.
TPID juga akan melaporkan kondisi harga dan ketersediaan sembako kepada pihak berwenang sesuai fakta yang ditemukan di lapangan.
Sementara itu, para pedagang mengakui terjadi kenaikan harga sejumlah bahan pokok dari distributor. Namun, sebagian barang masih dalam proses bongkar muat di kapal.(iki/red)












