MALUTTIMES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara, resmi melepas kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) untuk mengikuti Pesparawi Tingkat Nasional yang akan digelar di Manokwari, Papua Barat, pada 18–28 Juni 2026.
Kegiatan pelepasan berlangsung di Penginapan Pasifik Inn, Senin (8/6/2026), dan dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali.
Dalam sambutan Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, yang dibacakan Sekda Muhammad Umar Ali, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mendapat kepercayaan mewakili Kabupaten Pulau Morotai pada ajang nasional tersebut.
Menurutnya, keikutsertaan dalam Pesparawi Nasional merupakan sebuah kehormatan sekaligus kesempatan berharga untuk membawa nama baik Kabupaten Pulau Morotai di tingkat nasional.
“Kepercayaan ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan komitmen yang telah ditunjukkan selama proses pembinaan dan persiapan,” ujar Umar Ali saat membacakan sambutan bupati.
Ia menegaskan, para peserta tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga menjadi duta daerah yang mencerminkan karakter masyarakat Morotai yang beriman, santun, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.
Selain itu, seluruh peserta diingatkan untuk menjaga kekompakan, mematuhi aturan yang berlaku, serta membangun hubungan persahabatan dengan kontingen dari berbagai daerah di Indonesia.
“Para pelatih dan pendamping diminta memberikan bimbingan secara maksimal selama kegiatan berlangsung. Pemerintah daerah optimistis kontingen Morotai mampu memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama daerah,” katanya.
Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan seni budaya dan kehidupan keagamaan melalui pembinaan paduan suara gerejawi secara berkelanjutan.
Diketahui, kontingen Pesparawi Kabupaten Pulau Morotai yang diberangkatkan terdiri dari satu tim Vocal Group beranggotakan 11 peserta, didampingi satu pelatih dan tiga pendamping. Total sebanyak 15 orang akan mewakili Morotai pada Pesparawi Nasional di Manokwari, Papua Barat.(iki/red)














