Hardiknas 2026 Jadi Momentum Refleksi, Angka Melek Huruf di Morotai Capai 98,62 Persen

MALUTTIMES – Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Morotai, Maluku Utara, memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 sebagai momentum refleksi sekaligus apresiasi terhadap capaian pembangunan pendidikan, khususnya dalam peningkatan literasi masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Melek Huruf (AMH) penduduk usia 15 tahun ke atas di Pulau Morotai menunjukkan tren positif. Pada 2023, AMH tercatat sebesar 97,41 persen, sempat menurun menjadi 96,71 persen pada 2024, dan kembali meningkat signifikan menjadi 98,62 persen pada 2025.

Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Media, Iwan Muraji, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

“Peningkatan angka melek huruf pada 2025 menunjukkan bahwa upaya pemerintah daerah bersama masyarakat mulai memberikan hasil nyata. Ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dasar untuk belajar, bekerja, dan berkembang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Angka Melek Huruf merupakan persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang mampu membaca dan menulis. Dengan capaian 98,62 persen pada 2025, hampir seluruh masyarakat Morotai pada kelompok usia tersebut telah memiliki kemampuan dasar literasi, meski sebagian kecil masih membutuhkan perhatian melalui program pendidikan.

Menurutnya, penurunan yang terjadi pada 2024 menjadi bahan evaluasi penting. Sejumlah faktor yang memengaruhi di antaranya akses pendidikan yang belum merata, kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta dampak putus sekolah dan keterbatasan layanan pendidikan nonformal.

Iwan menambahkan, peningkatan pada 2025 tidak terlepas dari berbagai upaya yang terus diperkuat, seperti perluasan layanan pendidikan dasar, penguatan pendidikan nonformal, serta penerapan pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif.

“Peningkatan angka melek huruf bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Literasi merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya.(iki/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *