DPRD Maluku Utara Dukung NHM Agar Bangkit dan Pulih

MALUTTIMES – Komisi III DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) melakukan kunjungan kerja ke Tambang Emas Gosowong PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) di Kabupaten Halmahera Utara, Kamis (27/2/2025). Kunjungan ini bertujuan memastikan dukungan terhadap keberlanjutan NHM sebagai aset strategis daerah, sekaligus membahas penerimaan negara bukan pajak (PNBP), program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), serta pemulihan operasional tambang.

Wakil Direktur Utama NHM, Amiruddin Hasyim, bersama jajaran manajemen menyambut rombongan DPRD Malut yang dipimpin Ketua DPRD Malut, Drs. H.M. Iqbal Ruray, M.BA. Hadir pula anggota Komisi III dari berbagai fraksi serta Kepala Dinas ESDM Malut, Suryanto Andili.

Dalam pertemuan tersebut, Amiruddin menjelaskan perjalanan panjang NHM sejak beroperasi hingga kini. Ia mengungkapkan bahwa berkat kegigihan pemilik perusahaan sekaligus Direktur Utama NHM, Haji Romo Nitiyudo Wachjo, serta dukungan seluruh karyawan, NHM berhasil menemukan sumber daya dan cadangan baru yang memperpanjang umur tambang yang sebelumnya diperkirakan berakhir pada Februari 2022.

Namun, NHM menghadapi tantangan berat, terutama dalam peremajaan sarana tambang bawah tanah, pengelolaan tailing dam, serta kebutuhan investasi besar untuk keberlanjutan operasional. Meski demikian, NHM tetap berkomitmen terhadap program PPM dan CSR, yang dipaparkan oleh M. Irwan Malaka dari Divisi Kinerja Sosial.

Komisi III DPRD Malut mengapresiasi program “NHM Peduli” yang dinilai berdampak positif bagi masyarakat sekitar tambang. Namun, mereka menekankan bahwa tingkat kemiskinan di Malut masih tinggi, sehingga perusahaan tambang perlu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.

NHM juga mendapat pujian sebagai tambang hijau yang menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan. NHM telah meraih penghargaan Good Mining Practices (GMP) tingkat nasional dan memiliki tingkat kecelakaan kerja yang rendah dibandingkan perusahaan tambang lain di Malut.

DPRD juga menyoroti pendekatan restoratif NHM dalam menyelesaikan persoalan hukum serta hubungan baik dengan tokoh adat dan masyarakat. Mereka berharap setiap permasalahan sosial dapat diselesaikan dengan musyawarah sebelum menempuh jalur hukum.

Di tengah tantangan finansial, Amiruddin menegaskan bahwa NHM tetap optimistis untuk bangkit dan pulih. Tambang emas Gosowong yang berbasis tambang bawah tanah menghadapi risiko tinggi, baik dalam keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, maupun kebutuhan teknologi presisi. Namun, dengan mitigasi yang tepat, NHM berupaya mencapai produksi optimal dan memberikan manfaat bagi daerah serta negara.

“Kami berharap dukungan penuh dari semua pemangku kepentingan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, agar NHM sebagai objek vital nasional (OBVITNAS) dapat terus beroperasi sesuai kaidah Good Mining Practices,” ujar Amiruddin.

Pada hari yang sama, NHM juga menerima kunjungan kerja Komisi II DPRD Malut dan sejumlah pejabat pemerintah yang membahas pendapatan daerah, kebijakan tenaga kerja, serta pemulihan operasional tambang.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *