Dampaknya saat ini adalah sudah dilakukan digitalisasi bagi semua puskesmas sehingga PKM di daerah terisolir seperti PKM Dofa bisa mengirim laporan tepat waktu dan mendapatkan penghargaan dari Menteri Kesehatan.
- Akreditasi PUSKESMAS
Tak sebatas memberikan fasilitas namun komitmen mutu pelayanan Kesehatan juga menjadi prioritas Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sula. Sebagai wujud konkrit dari puskesmas yang bermutu, stakeholders Dinas Kesehatan Sula diantara para kepala Puskesmas, Tenaga Dokter, Apoteker, Bidan, Perawat dan Analist telah berhasil mendorong semua puskesmas di kepulauan sula dengan status terakreditasi. Bahkan terdapat tuga puskesmas yakni PKM Fuata, PKM Baleha dan PKM Waiipa telah meraih nilai Akreditasi tertinggi yakni Statusnya Akreditasi Paripurna terhitung sejak tanggal 14 Desember 2023 sampai 14 Desember 2028.
Sebab, puskesmas yang terakreditasi menjadi bukti keunggulan kompetitif, menjamin pelayanan kesehatan primer yang berkualitas, meningkatnya pengelolaan resiko, terbangun dan meningkatnya kerja tim antar staf, meningkatnya pelayanan pendokumentasian dan meningkatnya perlindungan bagi sumber daya manusia. Sebab terpenuinya standar pelayanan minimal bidang kesehatan di Kabupaten Kepulauan Sula merupakan indikator kinerja pemerintah daerah dapat tercapai.
- Pembangunan Rumah Dinas
Dalam Pelayanan kesehatan di puskesmas perlu ditingkatkan dan dikembangkan secara berkesinambungan dalam rangka memenuhi kebutuhan pelayanan, pengobatan, dan perawatan. Pada Tahun 2024, Suryati berhasil membangun beberapa Rumah Dinas Puskesmas untuk dokter seperti Rumah dinas Puskesmas Sanana, Rumah dinas Puskesmas Waiipa, Rumah dinas Puskesmas Fuata dan Rumah dinas Puskesmas. Keberadaan rumah dinas di puskesmas sebagai fasilitas kesehatan Tingkat pertama sangat di butuhkan sebagai wahana kewaspadaan dini terhadap berbagai resiko dan masalahkesehatan.
- Pengadaan 48 Unit Pusling Roda Dua, 17 Ambulance dan 2 Unit Pusling Perairan
Keadaan daerah terpencil seperti di Kepulauan sula pastinya tidak semua Desa terjangkau oleh puskesmas atau puskesmas pembantu. Keadaan tersebut tidak menjadi alasan bagi dinas Kesehatan untuk mencari Solusi alternatif, Suryati kemudian membuat terobosan baru dengan pengadaan Pusling Roda Dua (Motor) Sebanyak 48 Unit, Pusling Roda empat (Mobil Ambulance) sebanyak 17 Unit an dua unit pusling peraian (Spead Boat).














