Kembangkan Proyek Pengelolaan Kelapa Bebas Limbah Produksi, PT. Dewacoco Goal Halbar Gandeng CPI GmbH Jerman

MALUTTIMES – Dalam rangka mengembangkan Produksi dan Pengelolaan Kelapa Bebas Limbah Produksi, PT. Dewa Agricoco Indonesia (PT. Dewacoco) Goal Halmahera Barat (Halbar) menggandeng Climate Partner Impact (CPI) Gesellschaft mit Beschrankter Haftung (GmbH) Jerman.

Head Branch Officer PT. Dewa Agricoco Indonesia Goal Halmahera Barat, Sariyat Sacadipura melalui rilisnya yang diterima redaksi Maluttimes.com menyebutkan, Untuk mematangkan langkah kerjasama tersebut, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi Proyek Pengolahan Kelapa Bebas Limbah Produksi yang bertajuk, Halmahera Sustainable Coconut Waste Management yang bertempat di areal pabrik PT. Dewacoco Goal Halmahera Barat, Selasa (10/01).

Dalam rilis tersebut, Sariyat Sacadipura mengatakan, Sosialisasi yang digelar bersama Pemangku Kepentingan itu dalam rangka memperkenalkan kegiatan proyek Halmahera Sustainable Coconut Waste Management yang akan disertifikasi sebagai proyek limbah menjadi energi terbarukan bertaraf internasional.

Baca Juga:  Angka Kemiskinan di Halbar Menurun IPM Naik, Akademisi Nilai Kinerja Pemda Halbar Maksimal

“Untuk singkatnya, proyek ini akan disebutkan sebagai proyek Dewacoco Bebas Limbah,” katanya.

Menurut Sariyat, tujuan pelaksanaan proyek Dewacoco Bebas Limbah ini untuk mempelopori inisiatif pembangkitan energi bersih dari penanganan limbah pabrik kelapa Dewacoco dengan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan sebagai manfaat tambahan.

“Proyek ini akan dilaksanakan di lokasi desa Goal Kecamatan Sahu Timur Halmahera Barat,” ungkap Sariyat.

Baca Juga:  Morotai City FC Bungkam Sinar Darame FC 3-0

Sariyat menjelaskan, Dewa Agricoco Indonesia akan mengoperasikan unit pembangkitan listrik gasifikasi biomasa berkapasitas 1 MW guna memenuhi kebutuhan listrik di pabrik kelapa terintegrasi di lokasi yang sama.

Sementara itu dalam rilis juga dijelaskan, perwakilan Climate Partner Impact (CPI), Martha Prasetyaning dalam paparannya pada sosialisasi tersebut menjelaskan, Aplikasi manajemen limbah menjadi energi ini memenuhi syarat untuk sertifikasi karbon offset secara sukarela, dikatakannya Sertifikasi dari karbon offset akan mendukung keberlanjutan dari proyek Dewacoco Tanpa Limbah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.