Dia mengaku sudah dua kali melayangkan surat kepada para kontraktor itu. Namun Djainudin tidak merinci nama kontraktor atau perusahaan yang panggil.
“Yang pertama kita sudah buat surat panggilan para kontraktor untuk bahas persoalan kenda dilapangan. Kalau surat kedua itu teguran. Kita sudah buat teguran atau surat peringatan kepada pihak kontraktor,” ucapnya.
Djainudin menambahkan, berdasarkan hasil pertemuan, para kontraktor mengaku pengerjaan terlambat disebabkan karena keterlambatan alat berat.
“Rata-rata pekerjaan yang terhambat itu kebanyakan ada di pembangunan jalan,” cetusnya.(tem)













