Saat digrebek, lanjut Fhandy, para remaja ini dalam posisi tidur. Terbagi di dalam tiga kamar dan juga ditemukan botol bekas minuman keras (miras).
Fhandy menyebutkan, dugaan adanya prostitusi online hanya sebatas asumsi dalam laporan yang diterima.
“Saya menganggap kumpul kebo karena satu kamar sudah lebih dari dua orang. Kemudian dari pengakuan mereka sudah melakukan hal yang demikian,” ucapnya.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan, 8 remaja berasal dari luar Ternate. Sedangkan 3 lainnya warga Ternate.
Untuk menindaklanjuti hasil penertiban ini, lanjut Fhandy, sudah ada koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate untuk pemeriksaan tes HIV-AIDS serta, Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Kota Ternate untuk pembinaan lebih lanjut.














