MALUTTIMES – Masuknya Morotai Festival (Morofest) 2026 dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) menjadi momentum bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pariwisata.
Status tersebut dinilai dapat memperkuat usulan anggaran infrastruktur, terutama untuk mendukung aksesibilitas dan amenitas pariwisata di Kabupaten Pulau Morotai.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai, Muksin Soleman, mengatakan masuknya Morofest dalam program KEN memberikan dampak terhadap pengembangan infrastruktur pariwisata daerah.
Menurutnya, KEN merupakan program yang menyeleksi sejumlah event unggulan dari berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, masuknya Morofest dalam kalender KEN menjadi peluang bagi Morotai untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi pariwisata nasional.
“Masuknya Morofest ke KEN Kementerian bukan capaian kecil. Karena KEN menyeleksi event terbaik dari seluruh Indonesia dan menempatkan Morotai sejajar dengan destinasi wisata nasional lainnya,” ujar Muksin, Rabu (7/10/2026).
Namun, kata dia, status nasional tersebut juga membawa konsekuensi terhadap kesiapan infrastruktur pariwisata daerah.
“Status nasional ini juga membawa konsekuensi besar terhadap kesiapan infrastruktur pariwisata daerah,” katanya.
Muksin menjelaskan, salah satu langkah yang telah dilakukan Pemkab Morotai yakni melakukan pertemuan dengan Kementerian Pariwisata pada Juni 2026 untuk membahas dukungan pembangunan infrastruktur pariwisata.
Pembahasan tersebut mencakup pengembangan aksesibilitas dan amenitas melalui skema Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk tahun 2027.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa status nasional Morofest belum sepenuhnya diimbangi oleh kesiapan infrastruktur daerah. Pembangunan infrastruktur pariwisata menjadi kebutuhan mendesak, bukan hanya untuk Morofest, tetapi juga untuk memperkuat posisi Morotai sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional (DPPN),” ujarnya.
Menurut Muksin, status KEN juga menjadi salah satu penguat bagi Pemkab Morotai dalam mengusulkan dukungan anggaran pembangunan infrastruktur kepada pemerintah pusat.
Hal tersebut tercermin dalam usulan Rencana Pembangunan Kawasan Strategis (RPKS) Destinasi Pariwisata Prioritas Morotai dengan total plafon anggaran mencapai Rp70 miliar untuk periode 2026-2031.
Ia menyebut terdapat tiga dampak utama masuknya Morofest dalam program KEN terhadap pengusulan anggaran infrastruktur pariwisata.
Pertama, memperkuat posisi tawar daerah di hadapan pemerintah pusat. Morotai merupakan salah satu dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional (DPPN). Dengan masuknya Morofest dalam KEN, peluang untuk memperkuat argumentasi daerah dalam memperoleh dukungan pembangunan infrastruktur dinilai semakin terbuka.
Kedua, membuka akses terhadap skema pendanaan PHLN. Pertemuan Pemkab Morotai dengan Kementerian Pariwisata pada Juni 2026 turut membahas pengembangan amenitas dan aksesibilitas melalui skema PHLN sektor pariwisata yang direncanakan pada 2027.
Ketiga, menciptakan urgensi pembangunan infrastruktur berdasarkan target kunjungan wisatawan.
Muksin menyebut Morofest 2026 menargetkan 25.600 pengunjung selama empat hari. Angka tersebut sekitar 6,7 kali lipat dibandingkan total kunjungan wisatawan ke Morotai sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 3.814 orang.
“Target tersebut menjadi bukti bahwa infrastruktur yang tersedia saat ini perlu dipersiapkan secara serius untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan,” katanya.
Karena itu, Muksin berharap pelaksanaan Morofest tidak hanya menjadi agenda pariwisata dan hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pariwisata di Morotai.
“Dengan adanya Morofest, ini bisa menjadi langkah pemerintah daerah untuk memberikan usulan kepada pemerintah pusat terkait penambahan anggaran pembangunan infrastruktur pariwisata,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Morofest 2026.
“Mari kita semua memberikan dukungan pada kegiatan Morofest sebagai ajang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Morotai,” pungkasnya.(iki/red)













