MALUTTIMES – Setelah hampir delapan tahun terkendala persoalan pembebasan bangunan kafe, ruas jalan Army Dock yang menghubungkan Desa Pandanga menuju Pelabuhan Feri Desa Juanga, Kabupaten Pulau Morotai, akhirnya mulai dikerjakan.
Pembangunan jalan tersebut kini ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Morotai, setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai menyelesaikan persoalan pembebasan bangunan kafe pada 2025.
Berdasarkan pantauan maluttimes.com, Sabtu (19/9/2026), pekerjaan jalan diawali dengan penimbunan menggunakan material sirtu. Ruas tersebut selanjutnya akan dilapisi aspal hotmix dengan panjang sekitar 800 meter.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pulau Morotai, Fahmi Usman, mengatakan ruas jalan utama yang menghubungkan Desa Pandanga dan Desa Juanga, termasuk akses menuju Pelabuhan Feri, kini telah memasuki tahap penimbunan.
“Jalan raya kabupaten antara Desa Pandanga dan Juanga atau arah ke Pelabuhan Feri telah dikerjakan tahap penimbunan. Jadi, ini adalah pembangunan hotmix baru. Saat ini sudah mulai penimbunan, yang akan di-hotmix kurang lebih 800 meter,” kata Fahmi.
Menurutnya, pembangunan ruas jalan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, terutama warga yang melintas dari pusat kota menuju Desa Juanga maupun Pelabuhan Feri.
Fahmi berharap pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama agar manfaat pembangunan segera dirasakan masyarakat.
“Semoga jalan ini segera tuntas kami kerjakan, karena harapannya sesuai visi misi Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati untuk pembangunan infrastruktur yang memadai demi kepentingan masyarakat, supaya masyarakat bisa lebih mudah memanfaatkan jalan ini dengan jauh lebih baik,” ujarnya.
Selain ruas jalan Pandanga–Juanga, Pemkab Pulau Morotai melalui Dinas PUPR juga mengerjakan pembangunan jalan lingkungan di Desa Pandanga.
Fahmi menjelaskan, jalan lingkungan tersebut mencakup sejumlah jalan lorong dengan panjang sekitar satu kilometer. Jika digabungkan dengan ruas Pandanga–Juanga yang dikerjakan sepanjang kurang lebih 800 meter, total pembangunan jalan di kawasan tersebut mencapai sekitar 1,8 kilometer.
“Awal pembangunan, kami dari PUPR sudah melakukan pengukuran untuk proses pembangunan hotmix jalan lingkungan atau jalan lorong di Desa Pandanga sekitar kurang lebih satu kilometer dan sudah dikerjakan,” jelasnya.
Tak hanya di kawasan Pandanga–Juanga, pekerjaan infrastruktur jalan juga dilakukan di kawasan pusat kota, tepatnya di Desa Gotalamo.
Di lokasi tersebut, pekerjaan diawali dengan pembangunan dan pelebaran saluran drainase yang menjadi bagian dari penataan infrastruktur jalan.(iki/red)













