MALUTTIMES – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, terutama kemampuan literasi dan numerasi sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, saat membuka kegiatan Diseminasi Hasil Survei Literasi dan Numerasi yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Pulau Morotai.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan dan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai, Rektor Universitas Pasifik (Unipas) Morotai bersama jajaran, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Save the Children, Stimulant Institute, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta peserta lokakarya.
Dalam sambutannya, Muhammad Umar Ali menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan Kabupaten Pulau Morotai. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas SDM yang dipersiapkan sejak dini.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Karena itu, peningkatan kualitas SDM harus menjadi perhatian bersama,” ujar Muhammad Umar Ali.
Ia mengatakan, peningkatan kemampuan literasi dan numerasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan, mulai dari pemerintah, sekolah, guru, orang tua, masyarakat, perguruan tinggi hingga dunia usaha.
Muhammad Umar Ali juga menekankan agar hasil survei yang telah dilakukan tidak berhenti sebatas laporan atau dokumen, tetapi harus diterjemahkan menjadi langkah konkret dalam memperbaiki kualitas pembelajaran.
“Hasil survei yang didiseminasikan hari ini tidak boleh berhenti sebagai laporan atau dokumen, tetapi harus diterjemahkan menjadi langkah-langkah konkret,” tegasnya.
Sementara itu, Manager Stimulant Institute, Margaretha R.Y. Djelalu, menjelaskan bahwa survei tersebut dilakukan untuk memetakan sekaligus mengidentifikasi kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
Hasil pemetaan tersebut, kata Margaretha, diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun strategi pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
Menurutnya, data hasil survei juga dapat dimanfaatkan sekolah untuk menyusun program berbasis data serta mengukur perkembangan dari berbagai intervensi yang telah maupun akan dilakukan.
“Kita ingin memastikan hasil survei ini tidak hanya diketahui, tetapi ada tindak lanjut dan kolaborasi bersama untuk memperbaiki capaian pendidikan,” katanya.
Margaretha turut menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan di lingkungan sekolah. Hal itu mencakup keterlibatan guru, orang tua, hingga komite sekolah dalam mendorong peningkatan literasi dan numerasi secara berkelanjutan.
Pemkab Pulau Morotai mengapresiasi Stimulant Institute, Universitas Pasifik Morotai, Save the Children, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan survei dan kegiatan diseminasi tersebut.
Pemerintah daerah berharap hasil survei dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan dalam menyusun kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta capaian pendidikan di Kabupaten Pulau Morotai.(iki/red)















