MALUTTIMES – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berupaya mengembangkan inovasi dalam menangani persoalan sampah.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengolah sampah rumah tangga dan sampah organik dari pasar, seperti sisa sayur-mayur yang telah membusuk, menjadi pupuk kompos.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kabupaten Pulau Morotai, Nurhayati, mengatakan pihaknya telah mengagendakan kegiatan pembuatan pupuk kompos setiap hari.
“Kegiatannya memanfaatkan sampah organik yang dikumpulkan dari pasar untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai manfaat,” kata Nurhayati, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga menjadi sarana meningkatkan pengetahuan dan keterampilan staf serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan DLH.
Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh, kata Nurhayati, nantinya dapat diterapkan saat DLH melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah.
“DLH Morotai tetap berkomitmen melakukan pembenahan dan mencari berbagai solusi kreatif dalam menangani persoalan sampah,” ujarnya.
Ia menegaskan, sampah tidak seharusnya hanya berakhir di TPA, tetapi dapat dimanfaatkan kembali sesuai dengan jenisnya.
Pengolahan sampah organik pasar menjadi pupuk kompos merupakan salah satu bentuk komitmen DLH dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus memberikan nilai tambah terhadap sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna.
Selain sampah organik, DLH Morotai juga mulai melakukan pemilahan terhadap sampah anorganik, seperti plastik dan besi.
Pemilahan tersebut dilakukan agar sampah dapat dikelola sesuai jenisnya sehingga tidak seluruhnya berakhir di TPA.
Nurhayati berharap langkah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Pulau Morotai.
“Ini merupakan salah satu komitmen kami dalam menangani sampah yang menjadi keresahan bersama. Kami ingin agar sampah tidak hanya berakhir di TPA, tetapi dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali,” pungkasnya.(iki/red)














