Morotai Festival 2026 Ditunda ke Oktober, Pemda Morotai Bidik Lebih Banyak Wisatawan

MALUTTIMES – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai resmi menunda pelaksanaan Morotai Festival (Morofest) 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung pada 26 Agustus. Event pariwisata berskala nasional itu kini dijadwalkan digelar pada Oktober 2026 demi memaksimalkan persiapan dan promosi.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat yang dipimpin langsung Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, di ruang rapat lantai II Kantor Dinas Pariwisata (Dispar), bersama Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, serta para pelaku usaha sektor pariwisata.

Sekretaris Dinas Pariwisata Pulau Morotai, Muksin Soleman, mengatakan seluruh peserta rapat sepakat menunda pelaksanaan Morofest agar penyelenggara memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan kegiatan.

“Jadwal pelaksanaan Morofest resmi ditunda hingga Oktober 2026 sesuai hasil rapat bersama Bupati, Sekda, pimpinan OPD, dan para pelaku usaha,” ujar Muksin.

Menurutnya, Morofest bukan sekadar agenda daerah, tetapi telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) sehingga penyelenggaraannya harus dipersiapkan secara maksimal.

Ia menjelaskan, apabila tetap dipaksakan berlangsung pada Agustus, waktu promosi dinilai terlalu singkat sehingga dikhawatirkan berdampak pada rendahnya kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Kalau dipaksakan Agustus, waktu promosi sangat mepet. Kita ingin lebih banyak wisatawan datang sehingga pelaksanaannya digeser ke Oktober,” katanya.

Selain memberi ruang untuk pematangan teknis, penundaan juga dimanfaatkan untuk memperkuat promosi melalui berbagai platform, mulai dari media sosial seperti Facebook, TikTok, Instagram, YouTube hingga pemasangan media luar ruang di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Bandara Sultan Babullah Ternate.

“Yang sedang kami siapkan sekarang adalah materi promosi, flyer, video promosi hingga pemasangan papan iklan agar Morofest semakin dikenal luas,” jelasnya.

Muksin menambahkan, pada Morofest tahun ini tidak lagi diawali dengan agenda peluncuran (launching), melainkan langsung memasuki rangkaian kegiatan utama. Karena itu, promosi harus dilakukan jauh hari agar mampu menarik minat wisatawan.

Sementara itu, Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, menegaskan Morofest merupakan strategi pemerintah daerah untuk menggerakkan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan Morofest bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pelaku usaha dan masyarakat.

“Orang datang ke Morotai bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegas Rusli.

Ia mengajak seluruh pelaku usaha wisata, termasuk pengelola resort dan destinasi wisata, untuk ikut aktif mempromosikan Morotai melalui jaringan yang dimiliki.

“Morofest tetap akan dilaksanakan pada Oktober nanti dalam kondisi apa pun. Yang terpenting sekarang adalah kita bekerja sama mempromosikan Morotai agar semakin dikenal,” katanya.

Rusli juga optimistis akses transportasi udara yang kini telah tersedia dua kali dalam sepekan akan terus membaik sehingga mendukung peningkatan kunjungan wisatawan.

“Mudah-mudahan ke depan jadwal penerbangan bisa setiap hari sehingga semakin memudahkan wisatawan datang ke Morotai,” ujarnya.

Ia mengingatkan keberhasilan Sail Morotai beberapa tahun lalu yang mampu menarik kedatangan wisatawan mancanegara menggunakan kapal layar. Momentum itu, kata dia, perlu dihidupkan kembali melalui kolaborasi seluruh pihak.

“Kita punya potensi wisata yang luar biasa. Kalau semua bergerak bersama mempromosikan Morotai, saya yakin wisatawan lokal maupun mancanegara akan kembali berdatangan,” tandasnya.

Dalam rapat tersebut, para pelaku usaha pariwisata menyatakan dukungan penuh atas keputusan penundaan Morofest. Mereka berkomitmen terus mempromosikan destinasi wisata Pulau Morotai melalui berbagai media yang dimiliki.

“Kami siap mendukung dan terus mempromosikan wisata Morotai. Harapan kami, pariwisata Morotai semakin dikenal dan menjadi destinasi unggulan di mata dunia,” ujar perwakilan pelaku usaha.(iki/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *