MALUTTIMES – Yayasan The Tebings mulai mendorong program konservasi kepiting kelapa dan dugong di Kelurahan Tomajiko, Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate, Maluku Utara.
Program tersebut diperkenalkan kepada masyarakat dan pemerintah kelurahan melalui kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Balai Pertemuan Kelurahan Tomajiko, pada 25 Juli 2026.
Sebanyak 30 warga menghadiri kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari. Sosialisasi dibuka Lurah Tomajiko, Musa Ibrahim, S.IP., yang menyatakan dukungannya terhadap inisiatif konservasi yang digagas Yayasan The Tebings.
Musa mengatakan, pemerintah kelurahan menyambut baik kehadiran The Tebings melalui program konservasi sumber daya alam di wilayah Tomajiko.
Menurutnya, program tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Ketua Yayasan The Tebings, Safrudin Abdulrahman, S.Sos., M.A., mengatakan, program konservasi tersebut merupakan hasil dari proses panjang hingga akhirnya dinyatakan layak dilaksanakan oleh Burung Indonesia.
Safrudin menjelaskan, The Tebings selama ini memang lebih dikenal sebagai lembaga yang bergerak di bidang kebudayaan di Maluku Utara. Namun, aktivitas yayasan juga mencakup pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam.
“Selama ini The Tebings lebih dikenal sebagai salah satu lembaga kebudayaan di Maluku Utara. Memang betul. Tetapi kami juga memiliki program pemberdayaan ekonomi, seperti pemberdayaan nelayan di Pigaraja, Halmahera Selatan, yang sudah berjalan sekitar tiga tahun. Sekarang kami di Tomajiko untuk konservasi sumber daya alam,” ujar Safrudin.
Dalam sosialisasi tersebut, narasumber dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku Utara, drh. Hasran Fajar A. Naim, memberikan pemaparan terkait konservasi, khususnya dari aspek perizinan dan pengelolaan sumber daya alam.













