MALUTTIMES – Panitia Morotai Festival 2026 terus mematangkan persiapan pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 26-29 Oktober 2026. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang digelar di ruang rapat Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai, Selasa (13/10/2026).
Rapat dibuka Asisten I Setda Pulau Morotai, Mauludin Wahab, dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus Ketua Panitia Morotai Festival, Muhammad Umar Ali, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata, Maria Sri Noviena, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Asisten I Setda Pulau Morotai, Mauludin Wahab, mengatakan terdapat sejumlah hal yang perlu disinergikan agar pelaksanaan Morotai Festival tahun ini berjalan lancar.
“Kita berusaha semaksimal mungkin agar Morofest kali ini lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Pulau Morotai sekaligus Ketua Panitia Morotai Festival, Muhammad Umar Ali, menjelaskan bahwa sejumlah mata lomba mengalami penyesuaian, termasuk lomba mancing mania yang ditunda karena kondisi cuaca yang dinilai belum kondusif.
Menurutnya, kondisi laut yang berombak dan cuaca berkabut berpotensi membahayakan keselamatan peserta apabila lomba tersebut tetap dilaksanakan.
“Untuk lomba mancing mania kita tunda, mengingat kondisi cuaca saat ini berkabut dan laut berombak. Ini tentu mengancam keselamatan peserta,” jelasnya.
Meski demikian, sejumlah lomba seperti tahun sebelumnya tetap dilaksanakan. Panitia juga menambahkan beberapa mata lomba untuk memeriahkan festival tahun ini.
Adapun kegiatan yang akan ditampilkan meliputi Yanger, tarian tradisional, fun run, lomba mewarnai untuk anak-anak, kompetisi gim PUBG, Morotai Superstar atau karaoke, eksplorasi tuna, serta sejumlah kegiatan lainnya.
Umar Ali menambahkan, panitia mulai melakukan pembenahan panggung dan penataan stan di lokasi kegiatan. Pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab bersama OPD dan pihak kecamatan sesuai pembagian tugas yang telah ditetapkan.
“Untuk stan, setiap kecamatan sudah memiliki perwakilan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak ada perubahan,” tegasnya.
Selain stan perwakilan kecamatan, panitia juga menyiapkan stan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM). Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM telah menyiapkan pelaku UMKM binaan untuk berpartisipasi.
Panitia juga membuka kesempatan bagi pedagang kaki lima untuk berjualan di lokasi kegiatan selama festival berlangsung.
“Jadi, bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, silakan berjualan di lokasi acara. Kami tetap membuka diri bagi masyarakat,” tuturnya.
Sebelum pelaksanaan puncak Morotai Festival 2026, sejumlah kegiatan pendahuluan juga akan digelar. Salah satunya kegiatan pra-festival yang melibatkan organisasi Pramuka dengan jumlah peserta mencapai 1.134 orang.
Selain itu, kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) juga dijadwalkan berlangsung bertepatan dengan rangkaian Morotai Festival.
“Dua kegiatan ini akan turut meramaikan Morotai Festival tahun 2026,” katanya.
Umar Ali berharap seluruh masyarakat Kabupaten Pulau Morotai dapat mengambil bagian dalam menyukseskan festival tersebut. Menurutnya, Morotai Festival telah masuk dalam program Kementerian Pariwisata melalui Kharisma Event Nusantara (KEN), yang menjadi bagian dari agenda pariwisata nasional.
Ia menyebut keikutsertaan Morotai dalam program tersebut menjadi peluang untuk memperkuat posisi daerah sebagai destinasi pariwisata sekaligus mendorong pengembangan infrastruktur penunjang pariwisata pada tahun-tahun mendatang.
“Setelah tahun ini kita menggelar event nonfisik, kegiatan tersebut akan dibarengi dengan pembangunan fisik pada 2027 hingga 2045. Pada 2027, kita mulai masuk dalam pembangunan infrastruktur sebagai penunjang pariwisata ke depan,” bebernya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Pulau Morotai, Maria Sri Noviena, mengatakan Morotai Festival bukan sekadar kegiatan hiburan, melainkan juga menjadi sarana promosi budaya, adat istiadat, dan potensi wisata daerah.
“Jadi, kita tunjukkan kepada dunia bahwa kekayaan budaya dan pariwisata Morotai terus terjaga dengan baik dan akan terus dikembangkan,” ungkapnya.
Maria juga mengajak masyarakat Pulau Morotai maupun masyarakat dari luar daerah untuk datang dan meramaikan festival tersebut.
“Mari kita bersama-sama menyukseskan Morotai Festival 2026,” pungkasnya.(iki/red)












