Hadapi Karhutla, NHM Hadirkan Respons Cepat, Terpadu, dan Terukur untuk Keselamatan serta Lingkungan

Koordinasi tersebut dilakukan bersama pihak kepolisian setempat, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), guna memberitahukan perkembangan kondisi, langkah-langkah penanganan yang telah diambil, serta kebutuhan dukungan tambahan apabila diperlukan. Di sisi respons darurat, NHM menempatkan ERT sebagai unsur utama dalam penanganan di lapangan.

Captain ERT NHM, Hendrick Lesa, menjelaskan bahwa seluruh proses penanganan berjalan dalam struktur komando tanggap darurat yang terintegrasi. Management atau Incident Commander menjadi pengarah utama, sementara Command Center berfungsi sebagai pusat koordinasi dan pengendalian informasi yang dipantau setiap hari pukul 14.00.

“Respons terhadap karhutla harus cepat, tetapi tetap aman. ERT tidak langsung masuk untuk memadamkan api begitu saja, melainkan melakukan assessment terlebih dahulu agar tindakan yang diambil tidak justru menempatkan personel dalam kondisi berbahaya,” kata Hendrick.

Dalam pelaksanaannya, penanganan karhutla di NHM melibatkan lintas departemen. Selain ERT, tim yang terlibat antara lain HSE, Environment, Operation, Maintenance, Security, Klinik, Community Relations, Logistic, dan Management. Masing-masing memiliki peran yang saling melengkapi, mulai dari pengambilan keputusan, pengamanan, dukungan logistik, pemantauan dampak lingkungan, hingga komunikasi dengan pihak terkait.

Tim Drone Security juga memiliki peran penting sebagai mata awal dalam deteksi titik api, terutama di area yang luas dan sulit dijangkau secara langsung. Sementara itu, tim mitigasi dibagi dalam beberapa lapisan. First layer dijalankan oleh ERT sebagai tim respons utama. Second layer diisi oleh ERT Volunteer serta Fire Warden atau Fire Team dari departemen terkait yang bertugas memperkuat respons di lapangan.

Adapun third layer merupakan dukungan tambahan dari sumber daya internal perusahaan untuk memastikan kebutuhan lapangan tetap terpenuhi. Departemen Civil NHM turut berperan dalam mendukung penanganan karhutla, terutama dengan memastikan akses jalan menuju titik api, jalur evakuasi, serta kebutuhan infrastruktur pendukung pemadaman tersedia dengan baik.

NHM menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut dijalankan dengan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. Di saat yang sama, perusahaan juga memastikan bahwa respons terhadap karhutla tetap selaras dengan tanggung jawab sosial dan komitmen menjaga lingkungan.

Setiap kejadian dievaluasi sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan, agar sistem kesiapsiagaan semakin kuat dari waktu ke waktu.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *