Bupati Morotai Respons Keluhan Warga Waringin, Suplai Air hingga Jalan Dermaga Dijanjikan

Sementara itu, Ketua Pemuda Waringin, Burahma Baba, meminta pemerintah daerah memberikan bantuan bibit pala dan cengkeh sebagai pengganti tanaman masyarakat yang mati akibat kemarau.

Menanggapi persoalan suplai air, Bupati Rusli Sibua langsung menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) menyiapkan mobil tangki untuk membantu menyuplai air ke perkebunan masyarakat.

Pemdes Waringin diminta menyiapkan bak penampungan air agar distribusi air dapat dilakukan secara efektif.

“Untuk bantuan air, nanti Satpol PP dan kepala desa berkoordinasi. Kalau bak-bak penampungan air sudah siap, maka akan dilayani,” tegas Rusli.

Terkait pembangunan jalan menuju Dermaga Waringin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pulau Morotai, Fahmi Usman, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Jalan untuk mengupayakan pembangunan melalui program Jalan Inpres.

Namun, kondisi jalan yang berada di kawasan rawa masih membutuhkan pengerasan. Pemerintah daerah sebelumnya juga telah melakukan penimbunan pada sejumlah titik jalan tersebut.

Bupati Rusli memastikan pengaspalan jalan menuju Dermaga Waringin akan dilakukan pada 2027 dengan mempertimbangkan kondisi serta kualitas teknis jalan.

“Kalau mempertimbangkan kualitas jalan, lebih baik dilaksanakan tahun depan. Tahun depan ini sudah final akan dilakukan. Jika Jalan Inpres turun tahun ini, kita akan pertimbangkan lagi secara teknis,” ujarnya.

Rusli juga meminta Kepala Desa Waringin melaporkan langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah desa dalam menangani dampak kemarau.

Menurutnya, setiap kendala yang dihadapi masyarakat perlu segera dikoordinasikan sehingga pemerintah dapat mencari solusi bersama.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Morotai, Tahmid Bilo, mengatakan pemerintah daerah tahun ini menyediakan bibit pala untuk lahan seluas 400 hektare.

Bibit tersebut akan disalurkan kepada kelompok tani, termasuk kelompok tani di Desa Waringin.

“Untuk bibit cengkeh, pemerintah daerah akan mengupayakan pengadaannya pada 2027,” pungkasnya. (iki/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *