MALUTTIMES – Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Morotai bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pembagian wewenang dan tanggung jawab dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) ke-XII Provinsi Maluku Utara tahun 2026.
Kegiatan yang akan dipusatkan di Kabupaten Pulau Morotai tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Penandatanganan MoU dilaksanakan di ruang rapat Sekretaris Daerah, Rabu (15/04/2026), dan dihadiri langsung Sekda Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, Asisten III Provinsi Maluku Utara, Hi. Sukur Lila, Plh. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Maluku Utara, Nani Pakaya, serta Plt. Kadispora Morotai, Marwanto P. Soekidi. Turut hadir pula Asisten Pulau Morotai Ahdad H. Hasan dan sejumlah pejabat terkait lainnya.
Sekda Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, mengatakan pelaksanaan Popda tinggal menghitung waktu, sehingga dibutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang baik antara pemerintah provinsi dan kabupaten.
Menurutnya, sinergi tersebut penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar sesuai harapan.
“Pemda berkomitmen untuk mensukseskan pelaksanaan Popda di Kabupaten Pulau Morotai. Karena itu, kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi harus terus diperkuat agar sinergitas antara pemerintah kabupaten dan provinsi tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembagian kewenangan antara pemerintah provinsi dan kabupaten telah dipahami bersama, sehingga masing-masing pihak diharapkan dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.
“Baik provinsi maupun kabupaten sudah mengetahui secara pasti tanggung jawab masing-masing. Mari kita terus berkoordinasi agar Popda ini bisa berjalan optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten III Provinsi Maluku Utara, Sukur Lila, menyampaikan bahwa penandatanganan MoU merupakan langkah maju dalam memastikan kejelasan tugas dan tanggung jawab antara kedua pihak.
“Ini adalah tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya, sehingga hari ini kita menegaskan pembagian tugas antara provinsi dan kabupaten demi mensukseskan Popda 2026,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Pulau Morotai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, terutama dalam menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi para peserta.
“Kami berharap dukungan penuh dari masyarakat. Yang utama bukan hanya soal juara, tetapi bagaimana menciptakan kenyamanan sehingga tamu yang datang merasa senang dan ingin kembali ke Morotai,” tuturnya.
Sukur juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas selama pelaksanaan event, mengingat Popda menjadi ajang mempererat silaturahmi antar kabupaten/kota di Maluku Utara.
“Ini momentum memperkuat persaudaraan. Jadi mari kita jaga suasana tetap aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung,” imbuhnya.
Di sisi lain, Plh. Kadispora Provinsi Maluku Utara, Nani Pakaya, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Popda direncanakan pada akhir Juni atau awal Juli 2026.
Ia menegaskan, seluruh kesepakatan terkait pembagian tugas telah disetujui bersama dan kini tinggal tahap pelaksanaan.
“Penandatanganan MoU ini menandakan kesiapan kita. Tinggal pembagian kewenangan teknis antara kabupaten dan provinsi, sementara anggaran masih dalam proses pembahasan,” jelasnya.
“Namun yang pasti, anggaran sudah tersedia dan kita siap menyelenggarakan Popda 2026,” pungkasnya.(iki/red)










