“Disini memang dianggarkan untuk menjadi honor mereka. Hanya belum dibagi karena penginputan di sistem data dana desa itu belum masuk semua. Nanti sudah selesai baru dibayar,” kata Arman.
Menurut dia, petugas pendata yang didampingi pendamping desa masih melakukan penginputan ulang dan saat ini mengalami kendala. Sehingga saat ini dibuat SK baru mengenai petugas pendata aparatur desa.
“Jadi kalaupun diberikan honor itu kepada semua aparat bukan cuma ketua RT. Aparat desa yang mendata dan mendampingi diberikan honor, itu semua desa berlaku. Sudah input semua bru kita bayar honornya,” jelasnya lagi.
Olehnya itu, Arman menghimbau kepada masyarakat agar tidak sepihak dalam mendengar informasi sehingga tidak menimbulkan polemik.
“Saya juga sadari bahwa perdana dalam tahun ini. Yang pastinya saya akan terus berupaya untuk merengkul dan saling membina. Kemudian kalau mendengar infirmasi paling tidak menanyakan langusng kepada saya atau aparat desa untuk agar dapat penjelasan,” ucapnya.
Arman mengajak masyarakat agar bersama-sama menyatukan gagasan serta ide untuk membangun desa kedepan lebih baik dan maju serta terus menjalin silaturahmi.
“Selaku pimpinan di desa tentu merasa punya kelemahan dalam konteks yang lain tergantung nilai pandang masyarakat. Tetapi apa salahnya datang dan diskusi bagaimna untuk memajukan kampung ini,” katanya.
“Yang pasti semuanya adalah warga saya, saudara saya yang saya sayang, dan mencoba merangkul semuanya untuk bersama-sama membangun desa. Soal kritik itu bagus bagi saya, tapi harus dengan gagasan dan kita satukan gagasan itu untuk membangun desa kedepan lebih baik,” sambung Arman mengakhiri.(red)