MALUTTIMES – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara, mendapat undangan khusus untuk berpartisipasi dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI). Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Ternate memperkenalkan inovasi pembiayaan infrastruktur berbasis syariah melalui skema Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU).
Inovasi yang dipamerkan berupa proyek Alat Penerangan Jalan (APJ) berbasis syariah dengan nilai investasi lebih dari Rp90 miliar dan masa kerja sama selama 10 tahun.
Dikutip dari ternatepost.id menyebutkan, skema tersebut diklaim sebagai yang pertama di Indonesia untuk KPDBU Syariah dan pertama di kawasan Indonesia Timur untuk proyek penerangan jalan.
Inisiatif ini menjadi salah satu upaya Pemkot Ternate mencari alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur tanpa sepenuhnya bergantung pada pola penganggaran konvensional.
Proyek KPDBU Syariah APJ tersebut merupakan prakarsa badan usaha atau unsolicited yang telah berproses sejak 2023.
Cakupan proyek meliputi pemasangan 3.000 titik lampu penerangan jalan berbasis smart system di kawasan perkotaan Ternate, serta 150 titik lampu non-smart system di tiga pulau terluar, yakni Hiri, Moti, dan Batang Dua.
Dari sisi pembiayaan, proyek ini menggunakan mekanisme Availability Payment (AP), yakni pembayaran atas ketersediaan layanan yang bersumber dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ).
Melalui skema tersebut, Pemkot Ternate berupaya menghadirkan sistem penerangan jalan yang lebih modern sekaligus memperluas jangkauan layanan hingga ke wilayah kepulauan.
Partisipasi Pemkot Ternate dalam ISEF 2026 mendapat respons positif. Booth yang menampilkan model KPDBU Syariah APJ, disertai pemaparan Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman, melalui video, menarik perhatian peserta, investor, dan kalangan perbankan.











