Pemda Morotai Sambut Konselor Ekonomi Kedubes Jepang, Bahas Penguatan Proyek seaBLUE dan Investasi Hijau

MALUTTIMES – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menyambut hangat kunjungan Konselor Ekonomi Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia bersama rombongan, Rabu (04/03/2026).

Rombongan Kedubes Jepang tersebut melakukan tatap muka dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, bersama para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Kantor Bupati Pulau Morotai.

Dalam sambutan Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, yang dibacakan Sekda Muhammad Umar Ali, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Konselor Ekonomi Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia beserta rombongan.

“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan selamat datang di Morotai. Tentu ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Morotai merupakan salah satu lokasi utama implementasi Proyek SeaBlue. Program tersebut dinilai sangat relevan dengan karakteristik daerah yang memiliki potensi kelautan dan perikanan cukup besar, serta mayoritas masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan tangkap skala kecil.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, Pemerintah Jepang, serta mitra pembangunan seperti UNDP merupakan contoh nyata kemitraan global yang memberikan dampak langsung di tingkat lokal.

“Kami memandang kolaborasi ini sebagai bentuk kemitraan strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.

Pemkab Morotai berharap melalui kunjungan tersebut dapat diperoleh gambaran komprehensif terkait capaian, tantangan, serta peluang pengembangan program ke depan. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan.

“Kami meyakini dukungan dan sinergi yang kuat akan memastikan keberlanjutan program serta memperluas manfaatnya bagi masyarakat,” pungkasnya.

Ia juga berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada fase implementasi saat ini, tetapi terus berkembang melalui penguatan investasi hijau, peningkatan teknologi perikanan berkelanjutan, serta pengembangan rantai nilai perikanan yang lebih kompetitif dan inklusif.(iki/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *