MALUTTIMES – Di dunia pertambangan, setiap detik dalam situasi darurat bisa menentukan antara selamat atau celaka. Menyadari hal ini, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mengambil langkah progresif dengan membentuk program Emergency Response Team (ERT) Volunteer — sebuah inisiatif sukarelawan darurat yang melibatkan karyawan dari berbagai departemen di lingkungan Tambang Emas Gosowong, Halmahera Utara.
Program ini tidak sekadar pelatihan biasa. Sejak diluncurkan pada 24 April 2025, NHM menetapkannya sebagai kegiatan wajib bagi perwakilan karyawan dari masing-masing unit kerja. Kini, memasuki batch ke-2, tercatat 44 peserta aktif mengikuti pelatihan intensif satu hari yang mencakup teori serta praktik langsung di lapangan. Pelatihan ini dipandu langsung oleh tim ERT internal NHM yang sudah berpengalaman.
Zakaria Barham, Koordinator Technics ERT, menjelaskan bahwa program ini bertujuan membangun kesadaran dan kesiapan seluruh karyawan terhadap potensi kondisi darurat. “Kami ingin mereka punya kompetensi dasar dalam pertolongan pertama, agar bisa membantu tim ERT resmi jika terjadi insiden,” katanya.
Urgensi pembentukan ERT Volunteer juga menjadi respons terhadap efisiensi operasional yang menyebabkan berkurangnya personel di unit ERT. Widi Wijaya, Manajer Health Safety and Environmental (HSE), menyebut bahwa keberadaan para sukarelawan ini menjadi krusial dalam memberikan respons awal guna mencegah kerugian yang lebih besar — baik terhadap keselamatan jiwa maupun aset perusahaan.
Sementara itu, Denny Lesmana, General Manager Geology Resources & Support, Project and Planning, menegaskan peran strategis para relawan ini dalam sistem manajemen keselamatan kerja di NHM. “Mereka memang sukarelawan, tapi peran mereka sangat vital. Mereka adalah ‘first responder’ yang dapat menyelamatkan nyawa,” ujarnya.
Program ini direncanakan berkelanjutan dengan pelatihan penyegaran setiap bulan, memastikan para ERT Volunteer selalu sigap dan terampil menghadapi potensi darurat di area tambang.
Dengan pendekatan ini, NHM tak hanya menunjukkan komitmen terhadap keselamatan karyawan, tetapi juga menjadikan budaya siaga darurat sebagai bagian dari denyut kehidupan sehari-hari di Gosowong.(red)














