“Jadi torang (kami) pinjam tinta diteman-teman di Halut. Kalau pinjam terus lalu tinta habis, dapat uang dari mana beli tinta. Sekarang kami pinjam di kabupaten lain itu kurang lebih 10 botol,” ungkapnya.
Harga 1 botol tinta ribbon berada dikisaran harga Rp7 juta. Otomatis jika puluhan botol yang diperlukan maka membutuhkan anggaran mencapai ratusan juta rupiah.
“Beberapa waktu lalu saya sudah koordinasi ke pak Bupati. Lalu saya diperintahkan untuk koordinasi ke ibu Sekda. Memang ada anggaran yang Rp200 juta untuk kasbon tapi dia tidak terlalu mendesak, sehingga torang (kami) geser anggaran itu untuk membeli tinta. Jadi torang (kami) ganti kemarin yang pinjam itu,” ujarnya.
Rajak mengaku akan berupaya mendapatkan anggaran pembelian tinta pada anggaran perubahan tahun ini.
“Kami akan mengganti tinta yang sudah dipinjam ke kabupaten lain itu. Kami usulkan khusus tinta itu sebesar Rp200 juta sekian. Ditamba dengan kegiatan-kegiatan lain seperti komputer yang rusak itu sudab diusulkan juga,” cetusnya.
“Ada beberapa kegiatan yang tidak dianggarkan itu, nah itu yang akan kami minta lagi. Apalagi torang (kami) punya alat juga rusak, yaitu alat perekaman mobile keliling itu sehingga torang (kami) tidak bisa turun,” kata Rajak menambahkan.(iki/red)