Senada juga diutarakan salah satu ABK, Diego Tahulending (26). Dia mengaku sangat senang dengan pelayanan Pemda, Basarnas dan Kodim 1514/Morotai.
“Jadi ini satu pengalaman yang kami tidak bisa lupakan dalam hidup kami. Karena selama kurang lebih 5 hari kami berada di Morotai ini ternyata pelayanannya sangat baik,” ucapnya sambil bercucuran air mata.
Dikatakan, pelayan Pemda, Basarnas dan Kodim 1415/ Morotai serta masyarakat Morotai terhadap mereka tidak dapat diucapkan dengan kata-kata.
“Dan kami berharap semoga kedepan kami bisa jalan-jalan lagi ke Morotai, dan kami juga berharap Morotai akan lebih maju dan aman,” tuturnya.
Sementara, Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Morotai, Muslim Djumati berujar, tepatnya Sabtu (15/4/2023) selaku Pemda Pulau Morotai telah memulangkan 9 ABK ini.
“Jadi rencananya kami pulangkan mereka melalui pesawat, cuma jadwal pesawat dari hari Kamis kemarin sampai tanggal 25 April baru ada jadwal pesawat lagi, sehingga kami mengambil keputusan untuk pulangkan mereka hanya dengan KM Geovani dari Morotai-Ternate-Manado,” katanya.
Disentil berapa biaya yang dikeluarkan Pemda untuk membiayai pemulangan ini, kata Muslim, “nilainya kecil saja, tapi cukup,” ucapnya.
“Insya Allah, jika tidak ada kendala hari Senin, 9 awak kapal ini sudah tiba di Manado. Kami berharap semoga mereka tiba di Manado dalam keadaan sehat,” sambungnya.
Sembilan ABK yang berhasil diselamatkan yakni, Franklin Ambalao (50) kapten kapal, Efrando Malueseng (24), Andika Takahegesang (23), Reyki Rarome (36), Diego Tahulending (25), Jefrain Sasahang (50), Febrian Saputra (19), Max Bawole (70) dan Kamdi Sukamdi (60).
Sementara ABK yang belum ditemukan adalah Songli Sumenda (21) dan Andre Firmansyah.(iki/red)