Adab Bersin dan Menguap dalam Ajaran Islam, Siswa Wajib Tahu!

Ketika bersin, hendaknya mengucap pujian kepada Allah SWT. Dianjurkan kepada orang yang bersin untuk mengucapkan Alhamdulillah sesudah ia selesai bersin. Sementara bagi teman atau saudaranya yang mendengar bersin, hendaknya ia mengucapkan Yarhamukallah.

Selanjutnya, ketika mendengar ucapan Yarhamukallah, maka yang bersin hendaknya mengucap Yahdikumullah wa yushlih balakum yang artinya Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu. Hal ini dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah.

Adab Menguap

Ada banyak hal yang menyebabkan timbulnya reaksi menguap, salah satunya karena kekenyangan. Menurut penjelasan medis, menguap adalah bukti kebutuhan otak dan tubuh akan oksigen dan makanan.

Menguap juga menjadi bukti lemahnya sistem pernapasan dalam menyuplai oksigen yang dibutuhkan tubuh dan otak. Menguap umumnya terjadi saat seseorang merasa kantuk, hendak pingsan ataupun sebelum meninggal.

Rasulullah SAW menganjurkan untuk sebisa mungkin menahan keinginan menguap, atau jika tidak bisa ditahan maka usahakan menutup mulut dengan telapak tangan kanan atau punggung tangan kiri.

Ketika seseorang menguap, akan banyak udara yang terhirup melalui mulut. Udara ini membawa berbagai jenis bakteri dan juga debu sehingga menguap bisa menjadi salah satu penyebab penyakit.

Rasulullah SAW bersabda:

“Kuapan (menguap) itu datangnya dari syaitan. Jika salah seorang di antara kalian ada yang menguap, maka hendaklah ia menahan semampunya.” [HR. Al-Bukhari no. 6226 dan Muslim no. 2944. Lafazh ini berdasarkan riwayat al-Bukhari]

 

Artikel ini telah diterbitkan oleh detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *