Adab Bersin dan Menguap dalam Ajaran Islam, Siswa Wajib Tahu!

MALUTTIMES – Setiap manusia pasti pernah mengalami bersin dan menguap. Reaksi tubuh ini bersifat alami dan terkadang sulit untuk dikendalikan. Dalam ajaran Islam, ada adab yang bisa dilakukan ketika bersin maupun menguap.

Bersin dan menguap adalah reaksi tubuh yang terbilang ringan. Reaksi ini terkadang datang secara tiba-tiba dan berlangsung dalam waktu singkat. Ternyata dalam Islam, bersin dan menguap dibahas sebagai hal yang penting.

Dikutip dari Buku Pintar Sains dalam Al-Quran oleh Nadiah Thayyarah, diriwayatkan dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

Baca Juga:  FP2G Desak Camat Gane Timur Perjelas Status Dua Dusun Di Transmigrasi Gane

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersin dan membenci orang yang menguap. Jika salah seorang dari kalian bersin dan mengucapkan ‘Alhamdulillah’ maka bagi muslim yang mendengarnya patut membaca ‘yarhamukallah’ (semoga Allah merahmatimu). Adapun menguap, ia termasuk perbuatan setan. Jika salah seorang dari kalian menguap, hendaknya ia menutup mulutnya sebisa mungkin. Karena jika salah seorang dari kalian menguap, setan akan menertawakannya.” (HR. Bukhari)

Baca Juga:  Kantor Bahasa Maluku Utara Gelar Penyuluhan Bahasa dalam Hukum

Adab Bersin

Bersin adalah proses alami dari tubuh yang terjadi ketika saluran pernapasan mengalami iritasi. Dalam dunia medis, bersin memiliki tujuan untuk mengeluarkan bakteri secara paksa.

Ketika bersin, udara keluar membawa debu, kotoran dan bakteri yang ada di dalam sistem pernapasan. Bersin termasuk rahmat Allah karena memberi manfaat kesehatan.

Bersin memang terjadi secara tiba-tiba tanpa bisa dikontrol, namun ketika hendak bersin sebaiknya mencoba berusaha untuk merendahkan suara dan tidak sengaja mengeraskan suara bersin.

Baca Juga:  Seorang IRT di Morotai Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar, ini kata Polisi

Berdasarkan hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu:

“Bahwasanya apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersin, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menutup wajah dengan tangan atau kainnya sambil merendahkan suaranya.” [HR. Ahmad II/439, al-Hakim IV/264, Abu Dawud no. 5029, at-Tirmidzi no. 2746. Lihat Shahih at-Tirmidzi II/355 no. 2205]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.