Wabup Morotai Tegaskan Anggaran Karhutla dan Morofest Terpisah, ini Penjelasannya

MALUTTIMES – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai menegaskan penanganan darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta pelaksanaan Festival Morotai memiliki prioritas dan pos anggaran masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Christian Pawane, dalam sambutannya pada Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Pulau Morotai dengan agenda persetujuan Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Kamis (8/10/2026).

Rio mengatakan, dampak El Nino yang berkepanjangan turut dirasakan masyarakat Morotai, khususnya para petani.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemda Morotai telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya pembangunan sumur bor, distribusi air bersih, pembentukan relawan Karhutla di desa, serta penyediaan bibit tanaman pengganti bagi petani yang terdampak.

Untuk mitigasi jangka panjang, kata Rio, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diinstruksikan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Koordinasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan akurasi prediksi cuaca sehingga masyarakat, khususnya petani, dapat melakukan langkah antisipasi terhadap perubahan kondisi iklim.

Terkait penanganan Karhutla, Rio menjelaskan bahwa kondisi tersebut telah ditetapkan sebagai bencana daerah. Karena itu, pembiayaan penanganannya menggunakan alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Penanganan Karhutla yang sebelumnya belum terakomodasi dalam anggaran, kini telah ditetapkan sebagai status bencana daerah. Karena itu, pembiayaannya menggunakan alokasi BTT,” jelasnya.

Sementara itu, Festival Morotai telah masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) sebagai salah satu agenda nasional.

Menurut Rio, penyelenggaraan Festival Morotai mendapat dukungan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta berbagai pihak.

Dukungan tersebut, kata dia, termasuk dalam penguatan infrastruktur dan konektivitas yang mendukung pelaksanaan kegiatan.

Rio juga menyebut penyelenggaraan Festival Morotai berpotensi memberikan dampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kehadiran event tersebut juga dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan PAD yang selanjutnya dapat mendukung pembiayaan pembangunan daerah,” pungkasnya.(iki/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *